Ke depan Penyaluran KIP Plus Dilakukan Melalui Sekolah

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

YOGYAKARTA - Pembenahan sistem terkait penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) terus dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Salah satunya dengan pembenahan data penerima kartu tersebut.

"Kita akan rekonsoliasi data, data sekolah sama data rumah tangga," Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad saat meninjau Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) Yogyakarta, Rabu (19/10/2016).

Data tersebut akan terlihat akhir tahun 2016 nanti yang dipegang oleh Tim Nasional Percepatan Penangulangan Kemiskinan (TNP2K). Data dari TNP2K itu yang menjadi pegangan untuk menyalurkan kartu.

"Kedepan, penyaluran kartu tidak lagi melalui rumah tangga, tapi langsung diberikan ke siswa melalui sekolah. Jadi kita tidak lagi menggunakan rumah tangga untuk menyalurkan kartu," katanya.

Hamid mengklaim penyaluran KIP sudah selesai dilakukan di seluruh Indonesia. Meski demikian, ada kartu yang harus dikembalikan ke pemerintah karena kesalahan data penerima.

"Untuk kartu sudah selesai. Hanya masih ada beberapa tempat di kelurahan, itupun karena sudah retur (dikembalikan), karena engak ketemu anaknya, ada yang dobel, ada yang meninggal dan sebagainya," katanya.

Hari ini, pihaknya membagikan 1.200 KIP Plus atau KIP Elektronik untuk Provinsi DIY. Perbedaan dari kartu ini dengan sebelumnya ada pada pencairan dana.

Jika sebelumnya, penerima kartu harus mencairkan dana melalui bank dengan melakukan registrasi pada database Data Pokok Pendidikan, kartu yang sekarang tidak. Sebab, sudah bisa langsung dipergunakan untuk belanja kebutuhan sekolah bagi penerima.

"Jadi nanti setiap anak penerima kartu elektronik ini sudah ada uangnya disitu, bisa langsung dibelanjakan, kayak buku tabungan lah," jelasnya.

Nominal dana yang diterima juga masih sama dengan sebelumnya, yakni Rp450 ribu untuk SD sederajat, Rp750 ribu SMP sederajat, dan Rp1 juta untuk SMA/SMK sederajat selama satu tahun. Pihaknya membagikan langsung secara simbolik KIP Plus itu di tiga sekolah, yakni SMA Negeri 9, SMP Negeri 6, SMK Negeri 2 Jetis, Kota Yogyakarta.

(sus)
breaking news x