Sekolah Rusak Berat Akan Dituntaskan di 2017

Foto: Koran Sindo

Foto: Koran Sindo

SEMARANG - Dinas Pendidikan Kota Semarang menargetkan perbaikan terhadap sekolah-sekolah yang bangunannya mengalami kerusakan berat bisa tuntas pada 2017.

"Kami upayakan selesaikan perbaikan sekolah rusak sedang dan berat pada tahun ini," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Disdik Kota Semarang Sutarto di Semarang, Rabu (19/10/2016).

Namun, kata dia, apabila masih ada sekolah rusak yang belum terjangkau rehabilitasi pada tahun ini akan dianggarkan pada tahun depan dengan dana alokasi khusus (DAK) tahun depan.

Ia menyebutkan setidaknya ada 38 sekolah dasar kategori rusak sedang dan 34 SD rusak berat yang dialokasikan rehabilitasi pada tahun ini berdasarkan DAK Silpa pada tahun ini.

"Dari DAK murni, ada empat SD kategori rusak sedang dan tiga SD rusak berat yang dianggarkan rehabilitasi atau perbaikan. Ada yang sudah selesai, ada yang masih berjalan," katanya.

Anggaran yang dikucurkan dari DAK Silpa sekitar Rp7,3 miliar (rusak sedang) dan Rp9,9 miliar (rusak berat) atau totalnya sekitar Rp17,2 miliar dengan total 261 ruang kelas.

DAK murni, kata dia, anggaran yang dialokasikan tahun ini Rp688 juta untuk 13 ruang kelas rusak sedang dan Rp889 juta untuk 12 ruang kelas rusak berat.

"Itu belum termasuk sekolah-sekolah rusak yang dicover oleh Pemerintah Kota Semarang melalui APBD tahun ini. Laporannya dari unit pelaksana teknis dinas (UPTD) kecamatan," katanya.

Yang jelas, kata Sutarto, sekolah-sekolah yang bangunannya mengalami kerusakan sedang dan berat diharapkan tuntas tahun depan, kecuali dikarenakan hal-hal khusus di luar prediksi.

"Misalnya, sekolah yang terus terendam air (rob), dan sebagainya. Kalau masih bisa kami tangani dan lakukan rehabilitasi (perbaikan), sebisa mungkin kami lakukan," katanya.

Selain itu, kata dia, sekolah-sekolah rusak yang belum tertangani dalam perkembangannya bisa bertambah parah, misalnya saat ini masih rusak sedang dimungkinkan tahun depan jadi berat.

"Makanya, tahun depan kami akan tuntaskan. Jadi, indikatornya kan jika kerusakan di atas 60 persen itu berat. Kalau sekarang sudah 58 persen, tahun depan kan bisa rusak berat," katanya.

(sus)
breaking news x