Hary Tanoe: Esensi Berbangsa dan Bernegara untuk Memakmurkan Rakyatnya

MOJOKERTO - Kendati sudah menginjak usia 71 tahun merdeka, namun hingga kini, pembangunan di Indonesia belum merata. Masih banyak ketimpangan di berbagai penjuru Nusantara.

Indonesia memiliki 34 provinsi, 514 Kota/Kabupaten, dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 250 juta jiwa. Namun, sampai saat ini hanya segelintir daerah yang mampu berkembang pesat dan mengalami kemajuan.

"Dari 514 kota/kabupaten, hanya belasan yang sudah menjadi daerah maju. Sedangkan ratusan daerah yang lain belum terbangun dan masih tertinggal," kata Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo, dihadapan ratusan kader di Kota Mojokerto, Rabu 19 Oktober 2016.

Menurut Hary Tanoe, Indonesia terlalu cepat menganut sistem pasar bebas. Dimana, masyarakat belum mampu untuk beradaptasi. Sehingga, pertumbuhan ekonomi hanya berada di kota besar saja. Maka itu, pilar ekonomi bangsa hanya, terbatas di beberapa titik daerah.

"Kalau seperti timpang seperti itu kapan kita bisa kuat. Seandainya bangunan, kalau pilarnya hanya sebelah dan itu jumlahnya hanya sedikit, mau membangun 100 lantai pasti ambruk," terangnya.

Maka itu, lanjut Hary Tanoe, jika menginginkan negara ini maju, kedepan pilar-pilar ekonomi harus diperbaiki. Dengan cara memajukan daerah dengan menumbuhkan ekonomi di daerah itu sendiri. Yakni dengan memberdayakan masyarakat, sehingga bisa produktif.

"Kalau masyarakatnya bisa tumbuh kembang, daerahnya akan ikut berkembang. Jika 514 daerah maju dan berkembang, pasti Indonesia lebih cepat maju. Kalau seperti itu dengan mudahnya, negara mengurus masyarakatnya. Esensi dari pada bernangsa dan bernegara itu memakmurkan rakyatnya," jelasnya.

Maka itu, Hary Tanoe mengajak seluruh kader Perindo untuk bekerja keras membesarkan partai. Karena, dengan partai yang besar, semua cita-cita yakni mensejahterakan dan memakmurkan rakyat bisa tercapai. Karena itulah Perindo dilahirkan menjadi partai politik.

"Semua daerah ingin maju, tapi kesempatannya tidak ada.Yang bisa menciptakan kesempatan hanya pemerintah, melalui kebijakan yang benar untuk membangun masyarakat. Itulah kenapa, butuh partai politik. Karena legislatif dan eksekutif produk dari partai politik," pungkasnya. (sym)

(fds)
breaking news x