Sindikat Prostitusi Online Di Batam, Hanya Divonis 15 Bulan

BATAM - Sempat menggemparkan publik karena menjalankan bisnis prostitusi online, dua terdakwa bernama Aslina bin Cinta dan Diding, kini tersenyum puas. Pasalnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam hanya memberikan vonis ringan terhadap keduanya.

"Menjatuhkan pidana kepada kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 3 bulan Penjara," kata Ketua Majelis Hakim, Tiwik di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (19/10/2016) Malam.

Majelis Hakim yang diketuai Tiwik menyebut, jika perbuatan kedua terdakwa sudah meresahkan masyarakat dan melanggar norma-norma ketimuran. Oleh karena itu, tak ada pertimbangan yang bisa meringankan terdakwa dari jeratan hukum.

"Terdakwa sudah menimbulkan keresahan luas dan menarik perhatian masyarakat serta melanggar norma-norma Indonesia yang agamis. Yang meringankan kedua mucikari tidak ada," imbuhnya.

Hukuman tersebut terasa sangat ganjil. Terlebih lagi, pada persidangan sebelumnya jaksa penuntut umum (JPU), Yogi Nugroho menuntut agar kedua terdakwa sindikat pelacuran secara online ini dihukum dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 3 bulan penjara.

Ironisnya, guna mengelabui para awak media yang hendak meliput, sidang dengan agenda pembacaan putusan ini di gelar malam hari, sekira pukul 19.00 WIB.

Seperti diketahui, kedua terdakwa merupakan anggota sindikat pelacuran kelas atas di Kota Batam. Dalam menjalankan bisnis prostitusi secara online, kedua terdakwa memberikan harga yang berbeda untuk setiap tipe pemesanan yakni, short time minimal Rp400 ribu dan maksimal Rp500 ribu selama sejam.

Sementara harga booking, minimal Rp800 ribu dan maksimal Rp1 juta untuk kurun waktu minimal 8 jam dan maksimal 12 jam. (sym)

(fds)
breaking news x