Perempuan Didorong Lebih Aktif Masuk ke KPU dan Bawaslu

Ilustrasi (Okezone)

Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA – Pusat Kajian Politik (Puskapol) FISIP Universitas Indonesia (UI) menggelar program bertajuk ‘Perempuan Memimpin’. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah perempuan sebagai anggota lembaga penyelenggara pemilihan umum di tingkat nasional.

Wakil Direktur Puskapol FISIP UI Anna Margaret memamparkan, sejak 2007 sudah terbit dua undang-undang yang secara khusus memuat pasal tentang keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30% dalam keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Hal itu dapat ditemukan dalam UU Penyelenggara Pemilu Nomor 22 Tahun 2007 yang diperbarui dengan UU Penyelenggara Pemilu Nomor 15 Tahun 2011," kata Anna, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2016).

Kendati demikian, lanjut Anna, berdasarkan data yang dimilikinya menunjukkan kondisi perempuan pendaftar maupun anggota terpilih sebagai penyelenggara pemilu masih minim.

"Di tingkat nasional, keanggotaan KPU dan Bawaslu periode 2012-2017 masing-masing terdiri dari hanya satu orang perempuan dari total komisioner (KPU) 7 orang, Bawaslu 5 orang," ujar dia.

Potret minimnya pendaftar perempuan pada seleksi KPU dan Bawaslu juga dapat ditelusuri sejak 2012 hingga 2016. Pada 2012, pendaftar laki-laki di KPU berjumlah 495 orang (81,6%), sementara di Bawaslu berjumlah 252 orang (85,7%).

Sementara perempuan pendaftar di KPU berjumlah 111 orang (18,3%) dan 42 orang (14,3%) untuk Bawaslu.

Kemudian pada 2016, laki-laki pendaftar di KPU berjumlah 230 orang (70,8%), sementara di Bawaslu berjumlah 176 orang (73,6%). Lalu perempuan pendaftar di KPU berjumlah 95 orang (29,2%) dan 63 orang (26,4%) untuk Bawaslu.

"Program bertajuk 'Perempuan Memimpin' dengan tujuan meningkatkan jumlah perempuan anggota lembaga penyelenggara pemilu di tingkat nasional yang dimulai dari upaya peningkatan jumlah pendaftar perempuan," terang Anna.

"Total peserta pelatihan terdiri dari 96 perempuan dan tercatat 77 di antaranya telah menyerahkan berkas pendaftaran yang terdiri dari 47 orang pendaftar KPU dan 30 orang pendaftar Bawaslu," tambahnya.

(fas)
Live Streaming
Logo
breaking news x