facebook pixel

Klarifikasi Toyota Mengenai Perusahaan Barunya Bersama Daihatsu

Logo Toyota dan Daihatsu (AutocarUK)

Logo Toyota dan Daihatsu (AutocarUK)

JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya belum lama ini menyampaikan bahwa Toyota Motor Corp dan Daihatsu Motor Corp akan mendirikan perusahaan bersama pada Januari 2017. Nantinya perusahaan tersebut akan digunakan untuk mengembangkan dan memasarkan mobil compact di Indonesia.

Terkait hal tersebut PT Toyota Astra Motor (TAM), selaku agen pemegang merek mobil Toyota di Indonesia, langsung memberikan penjelasan. Executive General Manager Vehicle Sales Planning PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak sedang membuat perusahaan baru dengan Daihatsu.

"Bukan perusahaan baru, tapi virtual company," kata pria yang akrab disapa Suryo itu, di Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Ia menjelaskan, hal yang dimaksud dengan virtual company pembentukan divisi baru yang nantinya bekerja untuk proyek antara Toyota dan Daihatsu.

"Kalau di Toyota Jepang itu division level, jadi ada divisi yang nantinya menangani kolaborasi Daihatsu dengan Toyota. Nah, tujuannya apa? Itu bisa joint untuk produk baru dan operation-nya lebih efisien. Kalau soal produk, kami akan mengabungkan antara kemampuan Daihatsu dalam low car, sedangkan teknologinya dari Toyota sehingga akan lebih baik untuk negara-negara berkembang," jelas dia.

Proyek gabungan Toyota-Daihatsu telah dimulai dengan investasi sebesar Rp2,4 triliun untuk memproduksi mobil Daihatsu Sigra dan Toyota Calya. Keduanya telah diperkenalkan pada 2 Agustus 2016 di PT Astra Daihatsu Motor Karawang Plant, Karawang, Jawa Barat.

Pabrik tersebut memiliki kapasitas 200 ribu unit per tahun. Pengembangan produknya telah melibatkan sekira 178 pemasok komponen lokal pada tier-1 dan sebanyak 890 pemasok komponen lokal untuk tier-2. Sehingga, nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) saat ini mencapai 94% dan menyerap tenaga kerja 600 ribu orang. (san)

(ton)
​