Mahasiswa Rancang Mesin Pelayu untuk Tingkatkan Produksi Vanili

Foto: Dok UNY

Foto: Dok UNY

JAKARTA - Vanili menjadi salah satu komoditas pertanian yang bernilai tinggi. Sayangnya, pengolahan pascapanen yang tidak tepat kerap menurunkan kualitas vanili sehingga merugikan petani itu sendiri.

Permasalahan tersebut kemudian menginspirasi sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yaitu Nurul Hidayah, Nadhiifah Nurul Haq, dan Muhammad Imam Muttaqiin untuk merancang suatu teknologi pengolahan pascapanen guna mengoptimalkan kualitas polong vanili.

Tergabung dalam tim Amazing, ketiganya pun mengikuti Hackafarm Innovation Camp 2016 yang diselenggarakan oleh alumni beasiswa pendidikan dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS).

"Prototipe yang kami rancang berupa mesin pelayu vanili otomatis. Pelayuan ini bertujuan mendorong kerja enzim untuk pembentukan vanili, sehingga pada tahap ini perlu dimaksimalkan," tutur Nurul dilansir dari laman UNY, Kamis (1/12/2016).

Nurul menjelaskan, berbeda dengan metode pelayuan konvensional yang kurang higienis, alat ini menjaga polong vanili supaya tidak disentuh tangan. Caranya yakni dengan disemprot memakai tekanan.

"Selain itu mesin ini didesain tertutup serta suhu dikontrol menggunakan sensor temperatur supaya dapat stabil pada suhu optimum 70 derajat Celsius," terangnya.

Setelah melakukan presentasi dan demo prototipe, Nurul dan teman-temannya berhasil menjadi juara pertama dalam Hackafarm Innovation Camp 2016. Atas kemenangan itu, ketiganya berhak mendapat uang tunai dari Kedutaan Besar Amerika Serikat dan menjalani pilot project dengan seed funding dari Indmira selama enam bulan.

(sus)
breaking news x