Menristekdikti: Akreditasi Kebutuhan Wajib Perguruan Tinggi

Foto: Okezone

Foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan akreditasi merupakan kebutuhan wajib perguruan tinggi untuk melihat ukuran kualitas perguruan tinggi.

"Akreditasi adalah kebutuhan wajib karena apa, ukuran kualitas perguruan tinggi dilihat dari situ," ujar Nasir dalam Rakorda Kopertis Wilayah III DKI Jakarta, di Jakarta, Rabu (29/11/2016).

Program studi yang telah terakreditasi A kemudian nantinya didorong untuk dapat mendapatkan akreditasi internasional.

Akreditasi, lanjut dia, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi swasta di Tanah Air.

"Selain akreditasi, perlu juga diperhatikan sertifikasi lulusan. Terutama untuk lulusan politeknik, nanti mereka akan mendapatkan sertifikasi keahlian begitu lulus kuliah," katanya.

Nasir berharap lulusan perguruan tinggi Indonesia bisa memiliki sertifikat internasional. Lulusan yang berpotensi untuk lulus uji kompetensi internasional adalah lulusan yang berasal dari program studi yang terakreditasi internasional, baik itu yang berasal dari perguruan tingi negeri maupun swasta.

"Tidak ada lagi dikotomi negeri dan swasta. Kita harus menghilangkan ini sehingga tidak ada lagi yang namanya diskriminasi," kata dia.

Pihaknya juga meminta agar perguruan tinggi yang akreditasinya masih rendah untuk ikut dalam program pembinaan yang dilakukan Kemristekdikti.

Sejauh ini, pendampingan yang telah dilakukan Kemristekdikti sendiri antara lain melalui lokakarya yang diikuti 152 perguruan tinggi, bimbingan teknis pada 51 perguruan tinggi terpilih yang terakreditasi B, assign mock assessor dan pembimbing pada masing-masing perguruan tinggi, serta visitasi yang menghasilkan rekomendasi untuk re-akreditasi ke BAN-PT.

Di antara jumlah tersebut perguruan tinggi swasta juga banyak yang bisa masuk untuk dilakukan pembinaan. Total pencapaian dari program pendampingan tersebut adalah terdapat 17 perguruan tinggi yang berhasil mendapatkan akreditasi A.

Selain itu mulai Januari 2017, Kemristekdikti juga melakukan moratorium program studi.

(sus)
breaking news x