Masih Sedikit Prodi Berakreditasi A

Foto: Ilustrasi Okezone

Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III DKI Jakarta Illah Sailah mengatakan masih sedikit program studi di wilayahnya yang mempunyai akreditasi A.

"Dari sekitar 1.600-an program studi yang ada di wilayah III, hanya sekitar 194 program studi saja yang memiliki akreditasi A atau hanya sekitar 12 persen saja," ujar Illah dalam rapat koordinasi daerah (Rakorda) Kopertis III Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Hal itu disebutnya menjadi cerminan bahwa banyak program studi yang belum melakukan re-akreditasi dan ada juga yang tidak terakreditasi.

Oleh karena itu, Illah mengatakan harus dilakukan pembinaan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Akreditasi dan sertifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan tinggi sendiri bertujuan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian dan daya saing kompetitif nasional sehingga dapat menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan mampu berinovasi.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan rakorda tersebut bertujuan mengkaji ulang apa yang sudah dilakukan pada 2016 dan rencana untuk 2017.

Ada beberapa hal yang sangat penting terkait kebijakan Kemristekdikti untuk meningkatkan mutu PTS di Indonesia yang salah satunya melalui sistem akreditasi.

Nasir menyebutkan akreditasi dan sertifikasi harus diperhatikan.

"Pada 2015, perguruan tinggi yang masuk ke dalam ranking 500 besar dunia hanya ada dua. Permasalahannya masih seputar kualitas dan mutu, maka dari itu hal ini harus didorong terus." Nasir juga meminta agar Kemristekdikti melakukan pendampingan instrumen apa saja yang harus kita perhatikan untuk bisa menjadikan perguruan tinggi terakreditasi A.

"Untuk itu saya minta kepada BAN-PT bukan memudahkan, tapi menjelaskan instrumen apa saja yang perlu ditingkatkan. Per Oktober 2016 ada 40 perguruan tinggi yang sudah A," papar Nasir.

Pendampingan tersebut antara lain meliputi kelembagaan yang harus sesuai dengan peraturan yang ada yakni PTS harus dijalankan oleh badan penyelenggara, yang dapat berupa komite atau yayasan.

"Jika perguruan tinggi itu baik akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi karena dijalankan dengan baik." Nasir berharap ketika para mahasiswa lulus nanti dapat memiliki ijazah sekaligus sertifikat kompetensi agar lebih dapat diterima di dunia kerja.

(sus)
breaking news x