facebook pixel

Bela Perempuan untuk Nyetir Mobil, Pangeran Saudi: Ini soal Hak

Pangeran Alwaleed bin Talal desak otoritas Arab Saudi bolehkan perempuan mengendarai mobil (Foto: Reuters)

Pangeran Alwaleed bin Talal desak otoritas Arab Saudi bolehkan perempuan mengendarai mobil (Foto: Reuters)

LONDON - Pangeran Alwaleed bin Talal mendesak otoritas di Arab Saudi untuk mencabut larangan bagi perempuan mengendarai mobil. Alwaleed tak hanya mengungkit isu hak-hak perempuan, namun juga ekonomi dan syariah.

Pernyataan itu disampaikan Alwaleed melalui akun Twitter-nya. "Mencegah perempuan untuk mengendarai mobil saat ini merupakan masalah hak, itu sama saja seperti melarang mereka mendapatkan pendidikan dan memiliki identitas yang independen," ungkap pemimpin Kingdom Holdings yang juga memiliki saham di Twitter dan Citigroup itu.

Pangeran Alwaleed juga menyinggung keterkaitan larangan mengemudi bagi perempuan dengan alasan ekonomi. (Baca: Arab Saudi Buka Peluang Izinkan Perempuan Nyetir Mobil)

Bila perempuan diberikan akses untuk mengemudi mobil maka hal itu bisa mengurangi ongkos menyewa kendaraan umum seperti taksi. Selain itu, dengan menyewa taksi maka sang perempuan akan berada di dalam mobil bersama sopir yang bukan saudaranya. Secara syariah, kata Alwaleed, hal ini merupakan pelanggaran.

"Transportasi umum, setidaknya saat ini, tidak layak bagi mereka (perempuan). Bahkan laki-laki saja jarang menggunakannya. Solusi yang tepat adalah dengan mengizinkan perempuan mengendarai mobil," ungkap sepupu dari Raja Salman itu.

Meski demikian, lanjut dia, tidak serta merta perempuan bebas berkendara begitu saja. Perlu ada pembatasan, seperti tidak boleh keluar kota serta diharuskan membawa telefon genggam jika terjadi kondisi darurat.

(ton)
​