facebook pixel

Pascabanjir, Bengkel di Solo Kebanjiran Order

Ilustrasi

Ilustrasi

SOLO – Pascabanjir menerjang, sejumlah bengkel di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) tutur kebanjiran order servis. Bahkan, sebagian bengkel terpaksa menolak order servis karena banyaknya antrean.

Salah seorang pemilik bengkel, Prasetyo mengatakan, peningkatan order servis sepeda motor hingga tiga kali lipat terjadi mulai Selasa 29 November 2016. Biasanya, bengkel yang berada di kawasan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo itu hanya menerima servis empat unit sepeda motor dalam sehari, namun pascabanjir meningkat hingga 12 unit sehari.

“Mulai Selasa kemarin banyak yang servis sepeda motor. Ini karena banyak motor yang mogok karena nekat menerjang banjir di beberapa daerah. Biasanya yang nekat-nekat ini adalah pekerja, karena jalan satu-satunya hanya itu dan tidak ada lainnya, padahal di jalan itu banjir,” katanya, seperti dikutip dari Solopos.com, Kamis (1/12/2016).

Kendati ramai, dia tetap menerapkan tarif servis seperti biasa, yakni mulai dari Rp30 ribu untuk servis ringan.

“Tenaganya yang menyervis hanya ada dua orang. Saya sempat menolak order dari pelanggan karena banyak yang antre. Bahkan, beberapa motor sampai menginap karena kami hanya buka sampai pukul 17.00 WIB,” ujar dia.

Dampak musibah banjir juga dirasakan di bengkel di kawasan Semanggi. Salah satu montir, Heri Dwiyanto menambahkan, orderan sepeda motor masyarakat mulai meningkat sejak Selasa pagi. Mayoritas sepeda motor yang mogok berasal dari luar Kota Solo.

“Mayoritas sepeda motor pelanggan rusak ringan, tidak bisa nyala karena kemasukan air. Biasanya hanya diservis bagian karburator dan dicek businya, selama ini belum ada yang sampai turun mesin karena rusak parah,” tutur dia.

(fds)