facebook pixel

Rata-Rata Masa Pakai Mobil di Indonesia 3 Tahun

Ilustrasi pameran mobil (Foto: Okezone)

Ilustrasi pameran mobil (Foto: Okezone)

JAKARTA – Seiring berjalannya waktu, produsen automotif mulai berdatangan ke Indonesia untuk mencoba peruntungan bisnisnya dengan memasarkan mobil. Dengan begitu, semakin banyak jenis dan merek mobil yang beredar di pasar automotif Tanah Air. Dampaknya, konsumen mudah untuk bergonta-ganti mobil.

Executive General Manager Vehicle Sales Planning PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan bahwa sebelumnya masa pakai kendaraan bisa mencapai 5 tahun, tapi sekarang lebih cepat lagi.

"Umur pakai kendaraan itu sekira 5 tahun, orang baru akan ganti baru. Tapi sekarang trennya itu menunjukkan 3 tahun. Jadi, 3 tahun orang akan ganti mobil," terang Fransiscus di Jakarta, belum lama ini.

Semakin banyaknya pilihan jenis mobil di pasar, faktor lainnya tambah Fransiscus yaitu konsumen sudah bosan dengan mobil lamanya.

"Faktornya bosan, apalagi sekarang pilihan mobilnya lebih banyak kalau dulu variannya itu-itu saja. Kalau sekarang variannya banyak sekali sampai orang kadang-kadang bingung mana yang SUV, mana crossover? Lalu hatchback mana? Dan, citycar mana?" tambah dia.

Di samping pilihan semakin beragam, kemudahan dalam membeli mobil juga disebut-sebut sebagai faktor yang membuat konsumen ganti mobil setelah 3 tahun dipakai.

"Pembelian mobil secara kredit juga pengaruh. Dulu down payment (DP) sempat ditahan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekira 15–20%, sekarang ada kebijakan baru lagi diturunkan. Karena mau enggak mau sektor riil harus bergerak supaya ekonomi jalan. Nah, salah satunya automotif kan jadi barometer secara industri untuk konsumsi atau yang dilihat," pungkas Fransiscus. (san)

(ton)