Menghina Presiden Azerbaijan secara Daring Bisa Dipenjara

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev. (Foto: Reuters)

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev. (Foto: Reuters)

BAKU – Parlemen Azerbaijan telah merampungkan kebijakan baru yang dapat memenjarakan orang yang menghina presiden melalui media daring. Hukuman penjara yang dimaksud, paling lama tiga tahun.

Aturan itu ditetapkan mulai Rabu 30 November 2016. Barangsiapa yang melanggar ketentuan ini juga dapat dikenakan denda maksimal 1.500 manat atau Rp11,7 juta.

Dilaporkan Reuters, Kamis (1/12/2016), undang-undang yang mengatur hukuman pidana bagi pelaku pencemaran nama baik di Azerbaijan sejatinya telah berlaku sejak tiga tahun lalu. Namun saat itu, belum ada pemisahan hukum yang jelas atau khusus untuk mereka yang menghina presiden.

Azerbaijan sendiri termasuk negara yang paling ketat mengawasi peredaran media massa konvensionalnya. Kini dengan diberlakukannya kebijakan tersebut, berarti pemerintah juga akan mengontrol pergerakan massa di media sosial.

Disinyalir amandemen ini akan semakin menekan kebebasan berpendapat warganya. Bahkan polisi akan memburu para pengguna akun dan nama palsu yang melanggar kebijakan baru ini.

Padahal masyarakatnya sudah sangat menderita akibat krisis moneter berkepanjangan. Harga minyak merosot tajam dan mata uang mengalami depresiasi.

Lembaga-lembaga hak asasi manusia di Eropa menyoroti kasus ini dan menuduh negara kaya minyak pecahan Uni Soviet itu sudah melakukan pengetatan yang membatasi kebebasan berekspresi. Presiden Ilham Aliyev juga telah didesak untuk mencabut hukum itu. Akan tetapi, pemerintah Azerbaijan membantah segala tuduhan yang diarahkan padanya.

(Sil)
breaking news x