Ini Penjelasan Wiranto ke Perwakilan Asing Soal Aksi Damai 2 Desember

Menko Polhukam Wiranto. (Foto: Silvi/Okezone)

Menko Polhukam Wiranto. (Foto: Silvi/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan RI Wiranto didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia AM Fachrir menjelaskan situasi dalam negeri kepada 115 delegasi asing di Jakarta. Para dubes, yang sayangnya menolak berbicara soal isi penyuluhan tersebut, dikabarkan resah dengan adanya Aksi Damai 2 Desember.

Namun Wiranto menegaskan, gerakan massa besok lebih merupakan aksi damai daripada unjuk rasa yang dibayangkan banyak pihak akan memicu kerusuhan besar. Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari 30 menit itu, dia meyakinkan bahwa Aksi Damai 2 Desember sudah dikonsepkan sesuai dengan nilai budaya Tanah Air, yakni musyawarah dan mufakat.

"Saya jelaskan kalau Aksi Damai 2 Desember besok itu sudah ada satu konsep yang sangat bagus. Konsep aksi yang tanpa konflik, tanpa menang-menangan dan tidak ada sifat saling menekan satu sama lain. Baik antara pihak pendemo beserta pimpinannya dan aparat kepolisian yang berjaga," urainya saat ditemui awak media di Kemlu RI, Pejambon, Jakarta pada Kamis (1/12/2016).

Tak lupa, purnawirawan jenderal itu juga menggambarkan kepada para perwakilan asing yang datang bahwa Aksi Damai 2 Desember besok hanya akan berlangsung di Lapangan Monas. Aksi super damai, terangnya, adalah aksi gelar sajadah dan dzikir bersama. Bukan gerakan untuk unjuk kekuatan di jalan seperti yang dikhawatirkan.

"Setelah ada pertemuan yang intens dan bersahabat dengan penyelenggara Aksi Damai 2 Desember besok, dipastikan aksinya super damai. Yaitu gelar sajadah, dzikir bersama dan ada juga tausiyah. Tapi bukan tausiyah yang mengobarkan kebencian, melainkan rasa cinta Tanah Air. Ini negara kita harus kita jaga bersama, seperti itu, " cetusnya.

Setelah berdzikir, para pendemo juga dikatakan tidak akan bergeser ke masjid untuk salat Jumat bersama. Ibadah rutin itu akan tetap di dalam lapangan Monas karena jumlah massa yang terlalu besar tidak akan cukup untuk ditampung di Masjid Istiqlal.

(dka)
breaking news x