Alumni UI Ciptakan Platform Transfer Antarbank Gratis

Foto: Ilustrasi Okezone

Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Transfer antarbank yang berbeda akan dikenai biaya. Meski jumlahnya tidak besar, yakni sekira Rp6.500 per transfer, bagi mahasiswa potongan tersebut cukup menjadi beban, apalagi jika sering melakukan transaksi.

"Kami dulu teman sekampus yang sering saling berutang, tapi punya rekening bank berbeda-beda. Jadilah, kami mencoba mencari solusinya," ujar salah satu alumnus Universitas Indonesia (UI), Rafi Putra Arriyan, dinukil dari laman UI, Jumat (2/12/2016).

Solusi tersebut diwujudkan dalam sebuah inovasi layanan transfer antarbank yang bebas biaya berbasis web. Cowok yang akrab disapa Ari itu pun menggandeng dua temannya, Luqman Sungkar dan Ginanjar Ibnu Solikhin untuk membuat startup yang diberi nama 'Flip'.

Pada awal pengembangan, Ari menciptakan sistem form online bagi para mahasiswa UI yang ingin mentransfer antarbank tanpa membayar biaya transfer. Hasilnya, dalam waktu empat hari, sistem mampu memutar uang sejumlah Rp29 juta.

"Kami lalu membuat sistem sederhana ini menjadi lebih profesional dengan membentuk startup," ucapnya.

Ari menjelaskan, layanan bisa diakses melalui https://flip.id/. Untuk menggunakan layanan tersebut, pengguna cukup mendaftarkan diri, kemudian melakukan transaksi transfer. Menurut dia, proses transfer memerlukan waktu 10 sampai 20 menit.

"Pengguna bisa mentransfer uang mulai Rp10 ribu hingga Rp5 juta setiap hari per akun. Sementara kami masih membatasi jam operasional transfer mulai pukul 09.00 hingga 16.30 pada Senin hingga Jumat," tuturnya.

Alumnus Fasilkom UI ini menambahkan, saat ini tersedia sembilan rekening bank yang bisa melakukan transfer bebas biaya. Flip sendiri sudah mengantongi izin usaha dari Bank Indonesia (BI) sebagai perusahaan transfer dana. Sedangkan modal pengembangan dan pembiayaan operasional didapat dari Direktorat Inovasi dan Inkubasi UI dan suntikan investor.

"Semua komunikasi antarserver juga dienkripsi memakai Secure Socket Layers (SSL) sehingga data pengguna aman. Ke depan kami ingin membuat aplikasi ponsel pintar dari layanan ini," tukasnya.

(sus)
breaking news x