Tiga Sarjana Kedokteran Hewan Undana Magang di Bonbin Yogyakarta

(Foto: Prabowo/Okezone)

(Foto: Prabowo/Okezone)

YOGYAKARYA - Tiga mahasiswi dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru saja menyelesaikan jenjang S-1, tengah magang profesi pendidikan kedokteran hewan di Kebun Binatang Gembiraloka Yogyakarta.

Ketiga sarjana kedokteran hewan itu Nur Aini, Steffanie dan Febrina D.Manggas. Mereka magang profesi sebagai dokter hewan di Kebun Binatang tersebut selama 23 hari, mulai 21 November hingga 16 Desember nanti.

Beberapa bidang pekerjaan dijalani, seperti di karantina poliklinik hewan, taman burung, sarana dan prasarana, zona reptil dan amphibi.

"Kami dibimbing dokter hewan Gembira Loka, ikut mengontrol hewan sakit dan mengobatinya jika ada yang sakit," kata Aini saat ditemui berada di kompleks taman burung, Kamis (1/12/2016).

Sebelum magang profesi di kebun binatang Yogyakarta ini, ketiganya telah magang dokter hewan di lokasi penangkaran rusa di Kupang, NTT. Kemudian magang profesi di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Denpasar, BBIB Singosari Malang, dan di Boyolali.

Aini mengaku tertarik dengan satwa asal gurun pasir Timur Tengah, unta. Sebab, di NTT tidak ada satwa tersebut. Bahkan, ketika mengobati unta yang sakit akibat pembengkakan leher, dia dengan penuh kesabaran memberi obat.

"Di daerah kami tidak ada kebun binatang. Di sini kami bisa lihat harimau, pinguin dan satwa menarik koleksi lainnya ada di sini," katanya.

Saat menempuh studi di Kampus Undana, biasanya mereka praktik mengobati hewan peliharaan dan hewan ternak seperti kambing, kucing, anjing, babi, ayam, dan kuda. Dia juga mengaku takjup saat melihat satwa yang dikandangkan cukup layak seperti habitat aslinya di Yogyakarta.

"Di sini ada bermacam burung dan satwa liar yang dikandangkan seperti di habitat aslinya. Satwa bisa hidup nyaman dan banyak yang berkembang biak," tandasnya.

Humas GL Zoo Yogyakarta, Krisyanto Agung Wibowo menambahkan, banyak civitas akademika yang melakukan penelitian dan juga pengembangan ilmu pengetahuan. Tak hanya dari Yogyakarta saja, mereka dari berbagai tempat di Indonesia.

"Tentunya harus melakukan pemberitahuan terlebih dahulu. Ada surat rekomendasi dari insitusi atau pihak kampus, kemudian baru bisa masuk untuk melakukan penelitian," tandasnya.

Pihaknya akan membimbing peserta sesuai bidangnya. Jika dari kedokteran hewan, ada dokter hewan di kebun binatang yang membimbing selama proses magang diperlukan.

(sus)
breaking news x