Mahasiswa Australia Pelajari Perencanaan Wilayah Kota di Yogya

Foto: Dok UGM

Foto: Dok UGM

YOGYAKARTA - Sebanyak 15 mahasiswa School of Geography, Planning and Environmental Management, The University of Queensland mengikuti International Joint Studio Exploring Development Complexity di Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Dalam kegiatan itu, para mahasiswa diberikan pengenalan kasus perencanaan tata wilayah dan kota di Code Utara dan Sukunan," kata Asisten Koordinator Program Joint Studio, Sita Rahmani dalam keterangan tertulisnya, di Yogyakarta, Kamis (1/12/2016).

Selain itu, kata dia, para mahasiswa asing tersebut juga diajak melihat langsung kondisi beberapa kampung di wilayah urban maupun rural.

"Mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan kunjungan lapangan di beberapa desa di wilayah urban maupun rural untuk mengetahui cara-cara masyarakat menjaga keberlangsungan hidup," jelasnya.

Ia mengatakan, kunjungan di kawasan rural dilakukan di Kampung Sidomulyo, Kabupaten Bantul dan Desa Pringwulung, Kabupaten Sleman untuk mempelajari cara pengelolaan sampah dan sanitasi yang diterapkan masyarakat setempat.

Sementara itu, kunjungan kawasan rural dilakukan di Desa Sampang, Gunungkidul. Di sana, para mahasiswa mencoba untuk menggali informasi dan mempelajari bagaimana masyarakat dalam mengelola air dan melaksanakan pertanian organik, imbuhnya.

"Dari kegiatan ini diharapkan para mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan terkait perencanaan wilayah dan kota khususnya di Indonesia," kata Sita.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut berlangsung selama tujuh hari, pada 29 November hingga 5 Desember 2016, dimana mahasiswa Australia dan mahasiswa UGM bersama-sama mempelajari tentang perencanaan wilayah dan kota serta implementasinya di negara berkembang seperti Indonesia.

"Selain melakukan diskusi di kelas, para mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk melakukan kunjungan ke beberapa kota dan desa di DIY. Juga berkunjung ke beberapa institusi pemerintah antara lain Bappeda Kota Yogyakarta dan BPBD DIY," papar Sita.

(sus)
breaking news x