Penghapusan Ujian Nasional Dinilai Terburu-buru

Teuku Riefky Harsya (Foto: Okezone)

Teuku Riefky Harsya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Beberapa hari belakangan, isu penghapusan Ujian Nasional (UN) gencar di masyarakat. Pasalnya Ujian Nasional (UN) menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh semua sekolah setiap tahunnya.

Hari ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy melakukan rapat kerja (Raker) bersama anggota Komisi X DPR. Dalam raker tersebut, Ketua Komisi X, Teuku Riefky Harsya menilai penghapusan UN terburu-buru.

"Moratorium UN ini terburu-buru. Moratorium ini sendiri menjadi isu yang penting," ungkapnya di Ruang Komisi X DPR, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Riefky juga menjelaskan bahwa pelaksanaan UN tidak hanya dilakukan di Indonesia. Namun juga diselenggarakan di sejumlah negara.

"Ada beberapa negara yang menyelenggarakan UN, seperti Singapura, Prancis, dengan tujuannya masing-masing," ucapnya.

Menurutnya, yang setuju dengan UN menganggap bahwa UN merupakan kedaulatan bangsa dalam penilaian. "Sementara untuk yang kontra menilai persoalan ada pada pelaksanaan UN itu sendiri," ucapnya.

(sus)
breaking news x