facebook pixel

Menerka Kemungkinan Nissan Serena ProPilot Masuk Indonesia

Masih terasa sulit untuk meluncurkan mobil dengsn fitur semi otonom seperti Nissan ProPILOT di Indonesia (Caradvice)

Masih terasa sulit untuk meluncurkan mobil dengsn fitur semi otonom seperti Nissan ProPILOT di Indonesia (Caradvice)

BANDUNG - Nissan Motor meluncurkan Serena yang telah dilengkapi dengan fitur canggih ‘ProPILOT’ yang dapat membuat mobil melaju sendiri, pada 13 Juli 2016 di Jepang. Saat ini Nissan Serena ProPILOT belum dipasarkan di negara lain.

Budi Nur Mukmin, general manager marketing strategy PT Nissan Motor Indonesia (NMI) memperkirakan, lima sampai 10 tahun ke depan Nissan Serena ProPILOT sudah dipasarkan secara global. Namun untuk masuk ke Indonesia sepertinya agak sulit

"Problemnya di Indonesia ada pengamen di jalan. Kalau mengemudikan mobil itu lalu ada pengamen, mobil secara otomatis akan berhenti. Itu repotnya kalau seandainya mobil tersebut masuk Indonesia. Memang di Jepang masih disarankan untuk menggunakan fitur ProPILOT di jalan tol. Di Indonesia sendiri gangguannya kompleks. Selain pengamen ada juga sepeda motor dan lain-lain, termasuk marka jalan,” jelas Budi di Bandung, Kamis (2/12/2016).

Di samping gangguan tadi, tambah Budi, problem yang paling utama adalah infrastruktur. (Baca juga: Begini Fitur Canggih Autopilot di Nissan Serena Bekerja)

“ProPILOT membutuhkan infrastruktur yang bersahabat. Kalau di dalam kota sudah pasti tidak biasa digunakan,” ungkapnya.

Namun pria berkacamata itu masih berharap di masa depan mobil tersebut bisa diluncurkan di Indonesia. "Kapan?, ya saya belum tahu," katanya.

Pria yang sudah merasakan mobil canggih itu mengatakan, Serena ProPILOT dilengkapi delapan sampai 10 kamera. Kamera itu bertugas untuk mendeteksi marka jalan dan kendaraan lain di depannya.

"Mobil ini bisa nyetir sendiri, sebelumnya ada tombol yang harus diaktifkan. Mobil akan mendeteksi kendaraan di depan, kalau mobil depan berhenti ya Serena juga berhenti,” terangnya.

ProPILOT merupakan pintu masuk menuju teknologi otonom. Setir kemudi, pedal rem, dan pedal gas bisa bekerja secara bersinergi mengendalikan laju mobil. Hanya saja, tangan pengemudi tetap harus berada di setir kemudi. Hal lain yang membedakan teknologi autopilot yang digunakan pada Nissan Serena dengan merek lain adalah ProPILOT hanya bekerja di satu lajur atau single-lane jalan, tidak bisa berpindah.

Dengan teknologi ini, pengemudi menjadi sangat terbantu karena tidak perlu capai mengatur jarak dengan kendaraan lain. Begitu pun saat berakselerasi, sistem pada kendaraan akan otomatis menentukan kecepatan yang tepat.

Pengemudi tinggal menekan tombol pada setir kemudi jika ingin mengaktifkan fitur ProPILOT. Selebihnya sistem yang bekerja menjaga jarak dan mengatur kecepatan. Jika pengemudi melepaskan tangan dari setir selama empat detik, maka lampu peringatan akan berkedip. Jika sampai 10 detik tidak direspons juga maka alarm akan menyala memperingatkan pengemudi.

Fitur canggih serupa juga sudah dikembangkan oleh merek lain, seperti Mercedes Benz, BMW, dan lainnya. Namun untuk versi produksi massal baru beberapa yang mengaplikasikannya, yakni Tesla Motors dan Nissan.(mli)

(ton)