Putin Nyatakan Kesiapan Bekerja Sama dengan Trump

Presiden Rusia Vladimir Putin saat memberikan pidato tahunan di Kremlin (Foto: Alexei Druzhinin/Reuters)

Presiden Rusia Vladimir Putin saat memberikan pidato tahunan di Kremlin (Foto: Alexei Druzhinin/Reuters)

MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald John Trump. Mantan agen KGB itu meyakinkan bahwa Negeri Beruang Merah ingin berteman bukan bermusuhan dengan Negeri Paman Sam.

“Kami tidak ingin konfrontasi dengan siapapun. Tidak seperti kolega kami yang melihat Rusia sebagai musuh, kami tidak pernah ingin mencari musuh, kami butuh teman. Akan tetapi, kami tidak akan membiarkan pelanggaran apapun pada kepentingan kami dan mengabaikannya begitu saja,” ucap Putin dalam pidato tahunannya di Istana Kepresidenan Kremlin, Moskow, dimuat Standard, Jumat (2/12/2016).

Hubungan Rusia dengan Barat, dalam hal ini AS, terjun ke titik terendah dalam 43 tahun terakhir atau setelah era Perang Dingin. Krisis Ukraina dan perbedaan kepentingan di Suriah menjadi penyebabnya. Washington juga menuduh Moskow mengintervensi pemilihan presiden (Pilpres), sesuatu yang dibantah berkali-kali oleh Kremlin.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menghadapi sejumlah upaya tekanan dari asing dengan semua cara, mulai dari mitos mengenai agresi Rusia, tuduhan mengacaukan Pilpres AS 2016, hingga mengganggu atlet-atlet kami,” sambung pria berusia 64 tahun itu.

“Sangat penting untuk melakukan normalisasi dan mengembangkan hubungan bilateral atas dasar kesetaraan dan saling menguntungkan. Kami berbagi tanggung jawab untuk memastikan keamanan dan stabilitas global serta memperkuat rezim nonproliferasi,” tukas pria berjuluk Grey Cardinal itu.

Vladimir Putin dalam beberapa kesempatan mengaku ingin memperbaiki hubungan dengan AS di bawah pemerintahan AS, siapapun pemenang Pilpres 2016. Secara kebetulan, Donald Trump keluar sebagai pemenang menyisihkan Hillary Clinton yang pernah berseteru dengannya. Pria asal Saint Petersburg itu pernah memuji Donald Trump sebagai seorang yang brilian. Tak pelak, kemenangan Trump disambut dengan baik di Rusia.

(war)
breaking news x