Kepolisian Spanyol Tahan 34 Orang Terkait Skandal Tenis

Ilustrasi penangkapan (Foto: Suzanne Plankett/Reuters)

Ilustrasi penangkapan (Foto: Suzanne Plankett/Reuters)

MADRID – Kepolisian Spanyol berhasil menahan 34 orang terkait dugaan pengaturan skor yang terjadi dalam pertandingan tenis di Negeri Matador dan Portugal. Kementerian Dalam Negeri menuturkan, ada enam orang petenis profesional yang ditangkap dari 34 orang tersebut. Namun, identitas mereka tidak diungkap ke publik.

Mereka dituduh secara sengaja mengatur pertandingan tenis di sedikitnya 17 gelaran berbeda. Mereka diduga mendapatkan uang senilai EUR500 ribu (setara Rp7,2 miliar). Para petenis itu diharuskan mengalah hanya demi bayaran sebesar EUR500-1.000 (setara Rp7,2-14,4 juta).

“Terkadang mereka dijanjikan bayaran sebesar EUR500, tetapi hanya menerima EUR50 (setara Rp720 ribu). Para petenis ini sesungguhnya adalah korban,” ujar juru bicara kepolisian, seperti dimuat BBC, Jumat (2/12/2016). Enam petenis yang terlibat semuanya berada di bawah peringkat 800 dalam ranking dunia versi Asosiasi Tenis Profesional (ATP).

Penyelidikan gabungan pada Januari 2016 mengungkap skandal pengaturan pertandingan tenis level atas yang berlangsung di berbagai negara. Sebanyak 16 petenis berperingkat 50 besar diduga terlibat skandal tersebut dalam satu dekade terakhir. Akan tetapi, mereka berulang kali menolak dugaan tersebut lewat Unit Integritas Tenis (TIU).

Terdapat sejumlah pemenang gelar Grand Slam di antara 16 petenis tersebut. Namun, mereka tetap diizinkan untuk mengikuti semua kompetisi di bawah ATP.

(war)
breaking news x