Video Inovasi Remaja Palestina Hasilkan Listrik dari Lilin

Shahd Abu Leda sedang menunjukkan cara kerja alat temuannya (Foto: Youtube)

Shahd Abu Leda sedang menunjukkan cara kerja alat temuannya (Foto: Youtube)

GAZA – Seorang remaja putri di Gaza, Palestina, berhasil menemukan sebuah alat untuk mengatasi kelangkaan listrik yang rutin terjadi di wilayahnya. Remaja bernama Shahd Abu Lebda itu membuat sebuah alat yang dapat menghasilkan listrik dari panas sebatang lilin.

“Saya terinspirasi dari prinsip ‘akan selalu ada pertolongan bagi seseorang yang membutuhkan’. Akhirnya saya berhasil menemukan alat untuk menghasilkan listrik untuk mengecas ponsel pintar dari energi yang dihasilkan panas lilin,” tutur remaja berusia 16 tahun itu, seperti dimuat Russia Today, Jumat (2/12/2016).

Shahd Abu Lebda mengaku mulai melakukan proyeknya setelah menghadiri kursus mengenai cara berpikir kreatif. Reaksi beragam dilontarkan para pengguna media sosial Facebook. Ada yang mencaci, tetapi ada juga yang memuji serta berharap Shahd bisa menemukan ide lainnya.

“Butuh banyak sekali lilin untuk mengecas baterai ponsel hingga penuh. Semoga dia menemukan alternatif energi lainnya daripada hanya sebatang lilin,” tulis Carolina Dela Paz.

Suplai listrik di Jalur Gaza terdiri dari tiga sumber utama. Menurut data Koordinator Bantuan Kemanusiaan (OCHA), sekira 60 megawatt (MW) disuplai oleh satu-satunya pembangkit listrik milik Otoritas Palestina, 30 MW diimpor dari Mesir, dan 120 MW disuplai dari Israel.

Pembangkit Listrik Gaza (GPP) ditutup sepenuhnya pada April 2016 setelah kehabisan bahan bakar akibat kekurangan dana. Penutupan tersebut memicu pemadaman listrik yang dapat mencapai 18-20 jam dalam satu hari.

(war)
breaking news x