Pesawat Luar Angkasa Tanpa Awak Milik Rusia Jatuh

Roket Soyuz Rusia yang akan membawa pesawat kargo luar angkasa Progress (Foto: AFP)

Roket Soyuz Rusia yang akan membawa pesawat kargo luar angkasa Progress (Foto: AFP)

MOSKOW – Sebuah pesawat kargo luar angkasa tanpa awak milik Rusia pecah di udara saat memasuki atmosfer bumi. Pesawat luar angkasa itu kemudian jatuh di Siberia. Pesawat tersebut sedianya diterbangkan menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Badan Luar Angkasa Rusia, Roscosmos, menuturkan pesawat kargo Progress MS-04 pecah di ketinggian 190 kilometer (km) di atas wilayah terpencil Rusia Tuva, Siberia, yang berbatasan dengan Mongolia. Sebagian besar pecahan terbakar saat memasuki atmosfer bumi sebelum jatuh di wilayahj tersebut.

Seperti diwartakan The Guardian, Jumat (2/12/2016), Roscosmos kehilangan kontak dengan Progress M-04 383 hanya beberapa detik setelah diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan. Para ilmuwan diperintahkan untuk segera mencari solusi atas masalah tersebut.

Roscosmos memastikan kehilangan pesawat kargo tersebut tidak akan mengganggu operasional di ISS, termasuk para astronot di sana. Pesawat kargo tersebut dijadwalkan tiba di ISS pada Sabtu 3 Desember 2016. Progress MS-04 membawa 2,4 ton bahan bakar, bahan makanan, dan peralatan lainnya saat lepas landas dari Baikonur.

Insiden tersebut merupakan kegagalan kedua proyek pesawat luar angkasa Progress dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Pada April 2015, satu unit pesawat pecah di udara saat memasuki bumi. Rusia menyalahkan roket yang ditembakkan stasiun luar angkasa Soyuz sebagai penyebab kecelakaan tersebut. Akibatnya, seluruh perjalanan luar angkasa ditangguhkan selama tiga bulan dan sekelompok astronot harus menghabiskan waktu lebih lama di ISS.

(war)
breaking news x