Sekjen PBB Minta Maaf atas Wabah Kolera Haiti

Sekjen PBB Ban Ki-moon meminta maaf atas wabah kolera Haiti (Foto: Fadel Senna/AFP)

Sekjen PBB Ban Ki-moon meminta maaf atas wabah kolera Haiti (Foto: Fadel Senna/AFP)

PORT AU PRINCE – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon secara resmi meminta maaf kepada warga Haiti atas peran organisasi yang dipimpinnya dalam penyebaran wabah kolera pada 2010 usai dilanda gempa dahsyat. Lebih dari 9.300 orang tewas akibat wabah tersebut.

Haiti sebenarnya bebas dari kolera hingga 2010 ketika pasukan perdamaian mengalirkan air selokan yang terinfeksi ke sungai. Akibatnya, wabah kolera merebak hingga menyebabkan diare tak terkontrol serta mengirim sekira 800 ribu orang ke rumah sakit. Pasukan perdamaian PBB asal Nepal dianggap bertanggung jawab atas wabah tersebut.

“PBB sangat menyesalkan hilangnya ribuan nyawa dan penderitaan yang dialami akibat wabah kolera. Kami meminta maaf kepada warga Haiti. Kami tidak melakukan antisipasi yang cukup berkaitan dengan wabah kolera dan penyebarannya di Haiti. Kami minta maaf,” ucap Ban, seperti dimuat Reuters, Jumat (2/12/2016).

“Sebagai seorang ayah dan kakek, saya merasakan sakit hati yang luar biasa melihat penderitaan yang dirasakan begitu banyak keluarga. Saya tidak akan melupakannya,” tutur pria asal Korea Selatan (Korsel) itu dalam kunjungannya ke Haiti. Ban akan segera meletakkan jabatan sebagai Sekjen PBB pada penghujung 2016 dan digantikan oleh Antonio Guterres.

Pengadilan Federal Amerika Serikat (AS) menangguhkan imunitas PBB pada Agustus 2016 setelah gugatan hukum dimasukkan untuk mewakili para korban wabah kolera. Wakil Sekjen PBB Jan Eliasson mengatakan keputusan pengadilan mengizinkan Ban Ki-moon untuk meminta maaf sebelum masa jabatannya berakhir.

Mantan Menteri Luar Negeri Korsel itu juga mengenalkan pendekatan baru untuk menyingkirkan kolera dari Haiti. PBB berharap dapat mengumpulkan dana hingga USD200 juta (setara Rp2,7 triliun) yang akan diperuntukkan bagi keluarga korban dan komunitas yang terkena dampak penyebaran kolera terparah.

Dana USD200 juta lainnya juga akan dikumpulkan untuk mendanai tim respon cepat dan membangun sistem perairan serta sanitasi yang baik. Untuk diketahui, hanya seperempat warga Haiti yang memiliki toilet pribadi dan dapat mengakses air bersih untuk minum. Wabah kolera di Haiti bahkan sudah menyebar ke Republik Dominika dan Jamaika. Akan tetapi, kedua negara tersebut mampu mengatasi wabah dengan baik, tidak seperti Haiti.

(war)
breaking news x