Ukraina Uji Coba Rudal, Rusia Kerahkan Kapal Tempur

Dua rudal milik Ukraina yang diuji coba di dekat Krimea (Foto: Istimewa)

Dua rudal milik Ukraina yang diuji coba di dekat Krimea (Foto: Istimewa)

MOSKOW – Ukraina benar-benar menjalankan rencana latihan menembak rudal di Kherson yang berbatasan dengan Krimea. Latihan tersebut sudah diberitahukan Kementerian Pertahanan Rusia kepada Badan Penerbangan Rusia (Rosaviatsia) agar tidak ada penerbangan sipil di lokasi.

Latihan pertama pada Kamis 1 Desember 2016, militer Ukraina menembakkan 16 rudal darat-ke-udara. Latihan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Jumat 2 Desember 2016. Ukraina mengklaim latihan tersebut sudah sesuai dengan hukum internasional.

“Unit pertahanan udara melakukan simulasi peluncuran rudal darat-ke-udara dengan menggunakan target melayang di udara, yakni pesawat tanpa awak yang menirukan gerak-gerik rudal pesawat,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Ukraina, disitat Telegraph, Jumat (2/12/2016).

Rusia menyebut aksi tersebut sebagai preseden berbahaya dan mengancam akan menjatuhkan rudal-rudal Ukraina. Negeri Beruang Merah bahkan telah menyerahkan nota protes kepada atase pertahanan Ukraina di Moskow. Rusia menganggap latihan tersebut melanggar wilayah kedaulatannya karena berlangsung di dekat perbatasan laut di Semenanjung Krimea.

Tidak main-main, Rusia langsung menerbitkan status siaga bagi unit pertahanan udaranya. Rusia bahkan mengerahkan kapal tempurnya ke wilayah barat pantai di Semenanjung Krimea usai militer Ukraina menembakkan misil di Laut Hitam.

Uji coba rudal tersebut diyakini sebagai upaya Ukraina mengembalikan kepercayaan diri terhadap tetangganya itu. Betapa tidak, Rusia akhir-akhir ini meningkatkan aktivitas serta kehadiran militer di Krimea yang mereka aneksasi pada 2014. Presiden Ukraina Petro Poroshenko yakin tidak akan ada yang bisa menghentikan uji coba rudal militernya.

(war)
breaking news x