Aksi Damai 2 Desember, Ini Pesan Anies Baswedan untuk Dunia

Pesan Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dunia, tentang Aksi Damai 2 Desember. (Foto: YouTube Anies Baswedan)

Pesan Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dunia, tentang Aksi Damai 2 Desember. (Foto: YouTube Anies Baswedan)

JAKARTA - Aksi Damai 2 Desember mengumpulkan jutaan Muslim Indonesia di Lapangan Monas dan sekitarnya. Tuntutan peserta aksi hanya satu, memastikan proses hukum kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dilaksanakan sebaik-baiknya.

Berkumpulnya massa dalam jumlah amat besar ini sempat membuat resah negara-negara asing. Kemarin, perwakilan 115 negara mendapat penjelasan terkait Aksi Damai 2 Desember dan kondisi terkini Indonesia dari Menko Polhukam Wiranto di Kemlu.

Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun angkat suara. Dalam video bertajuk "Pesan Kepada Masyarakat Internasional: Keragaman, Persatuan, Demokrasi dan Aturan Hukum di Indonesia Saat Ini" yang diunggahnya melalui media sosial, Anies menyoroti keragaman dan proses demokrasi di Indonesia. Anies menyebut, meski memiliki lebih dari 400 etnis dan 700 bahasa, agama dan keagamaan menempati posisi penting di Nusantara. Meski demikian, Indonesia juga menjadi negara di mana demokrasi berjalan, berkembang dan senantiasa menguat.

Aksi Damai 2 Desember, kata Anies, telah menyita perhatian dunia. Pria yang masuk Daftar 500 Muslim Berpengaruh di Dunia keluaran The Royal Islamic Strategic Studies Centre, Yordania itu meyakinkan dunia bahwa demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia telah mengakar dalam.

Hari ini, imbuh Anies, dunia sedang menyaksikan aspirasi yang disampaikan lewat cara-cara damai, menuntut dugaan penistaan agama diproses lewat jalur hukum dengan menghormati hukum dan penegakannya. Anies menilai, demokrasi tanpa penegakan hukum akan menimbulkan kekacauan. Di sisi lain, demokrasi dengan penegakkan hukum akan saling memperkuat.

"Inilah yang sedang kita lihat terjadi di Indonesia. Tidak ada ancaman terhadap keragaman, tidak ada ancaman terhadap persatuan. Yang kita lihat hari ini adalah kasus hukum yang perlu diproses melalui penegakan hukum yang benar dan profesional," ujar Anies dalam videonya.

Peraih gelar 100 Top World Public Intellectual dari Foreign Policy Magazine 2009 itu menyebut, rakyat Indonesia tidak menuntutnya melalui kerusuhan, kekacauan dan kekerasan, namun mereka menuntutnya melalui aksi bersama secara damai.

"Bukankah ini contoh dari kebebasan berekspresi? Bukankah ini contoh dari penghormatan kepada hukum? Inilah yang sedang kita saksikan sekarang," imbuhnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2014-2016 ini pun mengajak dunia untuk melihat Indonesia sebagai contoh dan model di mana demokrasi bisa berkembang dan jalur hukum dihormati.

"Ketika keduanya berjalan beriringan, maka Indonesia akan menjadi negara demokrasi yang kuat, Indonesia akan menjadi negara hukum yang teduh, dan Indonesia akan tetap menghormati keragaman dan mempertahankan persatuan.

Ini adalah pesan yang perlu dipahami oleh dunia, dan ini adalah pesan yang dikirimkan secara bersama oleh masyarakat Indonesia kepada dunia," pungkasnya.

Simak pesan lengkap Anies Baswedan dalam video berikut ini:

Sumber: YouTube Anies Baswedan

(rfa)
breaking news x