Polri: Aksi 212 Terbukti Bukan Makar

JAKARTA - Polri mengapresiasi aksi super damai 212 'Bela Islam Jilid III' di Monas Jakarta Pusat. Terlebih lagi, dengan ditangkapnya 10 orang terkait pemufakatan jahat atau upaya makar dan penghinaan yang diatur Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

"Aksi super damai isinya doa bersama, tausiah dan salat Jumat. Ini  membuktikan mereka yang datang dari beberbagai daerah di Monas terbukti bukan dalam kaitan tuduh-tuduhan makar. Mereka datang untuk aksi damai, tausiah dan salat berjamaah," kata Rikwanto di Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (2/12/2016).

Adapun sepuluh orang yang ditangkap itu antara lain inisial AD,  E, lalu AD lagi, KZ, FA, RA, RS, SB, JA dan RK.  Semuanya kata Rikwanto sedang dilakukan pemeriksaan di Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok dan diduga melakukan pemufakatan jahat.

"Delapan diantara dikenakan tuduhan pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP. Kemudian dua orang inisial JA dengan RK dikenakan pasal ITE Pasal 28," katanya. (Dara Purnama)

Seperti diketahui, massa dari berbagai wilayah berkumpul di Monas. Mereka menggelar aksi doa bersama untuk Indonesia. (sym)

(abp)
breaking news x