Penangkapan Ahmad Dhani Cs Ingatkan pada "Tangan Besi" Orba

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

JAKARTA - Sejumlah aktivis dan purnawirawan TNI ditangkap oleh Polda Metro Jaya atas tuduhan makar dan penghinaan. Pengamat Intelijen dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menganggap penangkapan ini sebagai kekeliruan besar bagi sebuah negara yang sudah memilih jalan demokrasi.

"Cara pemerintah menyelesaikan ketegangan ini berpotensi menempatkan legitimasi penguasa pada titik terendahnya sejak berkuasa. Karena menurut saya, ya memang itulah yang diinginkan oleh pihak yang bersikap oposisi itu," kata Fahmi kepada Okezone, Jumat (2/12/2016).

Berkaca dinamika politik belakangan ini, Fahmi mengingatkan potensi hadirnya kekuasaan yang ditopang kekuatan militeristik ala Orde Baru. "Kepanikan dan kegagapan tampak bukan hanya pada pemerintah namun semua aktor dominan yang saya kira punya andil terhadap hadirnya langkah-langkah koersif dalam dinamika politik belakangan ini," katanya.

Menyelesaikan masalah dengan cara “tangan besi” memang cara yang paling mudah, namun di lain sisi harus dihindari. "Ingat, rakyat belum sepenuhnya sembuh dari traumatik Orde Baru  maupun transisi pemerintahan Gus Dur ke Megawati dulu. ‪Mestinya, pemerintah meningkatkan kapasitas dan kualitas komunikasi, persuasi dan hegemoniknya untuk memulihkan situasi," katanya.

Pihaknya mengapresiasi langkah Presiden Jokowi melakukan diplomasi meja makan dengan menemui elit-elit politik. Namun, diplomasi tersebut harusnya disusul langkah lanjutan dengan konsolidasi ke masyarakat agar terbangun persepsi positif dan menguatnya legitimasi moral.

Sebelumnya, delapan orang ditangkap dengan tuduhan makar sebagaimana yang diatur dalam Pasal 107 KUHP juncto 110 KUHP dan juncto Pasal 87 KUHP. Delapan orang itu antara lain eks Staf Ahli Panglima TNI Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha, mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan Ketua Solidaritas Sahabat Cendana Firza Huzein.

Selanjutnya adalah seniman dan aktivis politik Ratna Sarumpaet, pentolan Dewa 19 sekaligus calon Wakil Bupati Bekasi Ahmad Dhani, putri Presiden pertama Presiden Soekarno, Rachmawati Soerkarnoputri, Sri Bintang Pamungkas dan Eko.

(qlh)
breaking news x