Beda Nasib dengan Kasus Ahok, Gonas Pertanyakan Penangkapan 10 Aktivis

Massa dari Gonas menggelar orasi di depan DPR/MPR. (Lina F/Okezone)

Massa dari Gonas menggelar orasi di depan DPR/MPR. (Lina F/Okezone)

JAKARTA – Sekelompok orang yang mengatasnamakan diri Gerakan Oposisi Nasional (Gonas) mendatangi Gedung DPR/MPR RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (2/12/2016). Kedatangan mereka ingin menuntut agar Pemerintah membebaskan 10 aktivis yang tadi pagi. 

Dalam orasinya, mereka mengungkapkan rasa kekecewaannya kepada pemerintah dan aparat kepolisian yang menangkap 10 aktivis tersebut tanpa adanya surat pemberitahuan. 

"Kami sedih dan kecewa sikap pemerintah yang menjemput paksa, saya merasa ini seolah-seolah seperti G30 S-PKI," ujar anggota Gonas, Muhammad Egi saat berorasi di depan gedung DPR/MPR RI. 

Sementara lain menurut anggota lainnya mereka juga menuntut agar pemerintah segera memperjarakan Gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

"10 tokoh nasional ditangkap paksa, sedangkan Ahok yang sudah menjadi tersangka masih bebas. diambil dari rumahnya tadi pagi," sambung anggota Gonas, Mona. 

Oleh karena itu, mereka mendesak pemerintah segera membebaskan 10 aktivis. Berdasarkan pantauan Okezone, para demonstran ini menyanyikan lagu yang berjudul 'Gubernur Barbar' dan 'wakil Rakyat yang sungguh dungu'. Masyarakat yang melintas pun berusaha menoleh kearah mobil komando yang berada di depan Gedung DPR/MPR RI. 

'Kami datang ke rumah rakyat ini enggak akan membuat anarkis. Kita cuma ingin menanyakan mau dibawa kemana negara ini," ujar salah satu orator yanh langsung membacakan bait perbait puisi. (sym)

(abp)
breaking news x