Abdurahman Saleh: Aktivis Ditangkap dengan Tudingan Makar, Polisi Lakukan Gaya Orba

Ilustrasi Okezone

Ilustrasi Okezone

JAKARTA – Mantan Jaksa Agung Abdurahman Saleh menilai penangkapan terhadap 8 aktivis yang diduga melakukan makar merupakan gaya-gaya orde baru. Karena itu, ia mengingatkan aparat penegak hukum agar lebih berhati-hati dalam menegakkan sebuah aturan hukum terutama soal makar.

Abdurahman Saleh dalam acara dialog Inews TV sangat menyayangkan langkah polisi tersebut. Terlebih aktivis yang ditangkap adalah tanpa diketahui pelanggaran hukumnya seperti apa. Ia berpendapat cara-cara yang dilakukan polisi dini hari hingga pagi hari itu terkesan mengulang gaya-gaya orde baru yang sering menggunakan UU Subversif.

“Lebih bagus penegak hukum berhati-hatilah, jangan berulang lagi gaya subversif orde baru dulu, Indonesia ini negara demokrasi, apalagi ada Rachmawati Soekarnoputri saya enggak yakin itu sampai mau makar begitu, makar itu kan cara penggulingan pemerintah dengan cara yang tidak sah,” tegas mantan Jaksa Agung era Susilo Bambang Yudhoyono itu, Jumat (2/12/21016).

Sekadar diketahui, sepuluh orang ditangkap aparat Polda Metro Jaya dini hari hingga pagi tadi di Jakarta. Mereka diantaranya, Ahmad Dhani, Eko, Adityawarman, Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas. Sedangkan dua orang lainnya Jamran dan Rizal dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Mereka diduga hendak melakukan praktik tindak pidana makar sebagaimana diatur dalam Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP dan juncto Pasal 87 KUHP.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto mengatakan, hukuman maksimal atas orang yang terbukti melakukan makar adalah pidana penjara seumur hidup.

(ulu)
breaking news x