Aksi Damai 212, Lantunan Takbir Menggema di Gerbong KRL Bogor-Jakarta

Ilustrasi (Foto: Tuty Ocktaviany/Okezone)

Ilustrasi (Foto: Tuty Ocktaviany/Okezone)

JAKARTA - Takbir, tahlil, dan tahmid dikumandangkan secara serempak oleh seratusan penumpang yang memadati gerbong nomor 2 KRL jurusan Bogor-Jakarta Kota, Jumat pagi, dalam perjalanan mereka menuju lokasi "Doa Bersama" dalam rangka Aksi Bela Islam Jilid III yang dipusatkan di Lapangan Monas Jakarta.

Antara yang berada di gerbong yang sama dengan seratusan penumpang yang umumnya berkemeja dan berkopiah putih, maupun berjilbab itu melaporkan lantunan takbir dan takmid tersebut berkumandang setelah KRL Commuter Line yang berangkat dari Stasiun Bogor sekira pukul 07.00 WIB itu menuju Stasiun Depok.

Lantunan "Subhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Illallah" itu bermula dibacakan oleh beberapa orang, namun kemudian diikuti oleh ratusan penumpang lain yang memadati gerbong kedua dari belakang yang berdampingan dengan gerbong khusus untuk penumpang perempuan tersebut.

Gema dzikir itu tersebut tak putus-putus dilantunkan para penumpang hingga KRL tiba di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, sekira pukul 08.45 WIB.

Di Stasiun Gondangdia yang bertetangga dengan Masjid Cut Mutia itu, ratusan penumpang yang memadati gerbong-gerbong KRL eks-Jepang tersebut turun. Mereka kemudian bergegas turun dari peron menuju pintu keluar dan langsung berjalan kaki ke arah jalan depan gedung MNC Center menuju Jalan Kebon Sirih untuk bergerak menuju Lapangan Monas.

"Setahu saya, baru pertama kali saya menyaksikan takbir dan tahmid dikumandangkan para penumpang secara bersama-sama di dalam gerbong KRL ini," kata seorang penumpang, sebagaimana dimuat Antara.

Akibat banyaknya bus dan kendaraan pribadi yang parkir di bahu jalan, serta menyemutnya warga yang bergerak dari Stasiun Gondangdia menuju Monas untuk mengikuti aksi damai terkait dengan kasus dugaan penistaan Alquran oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu, arus kendaraan di sejumlah jalan menuju kawasan Monas menjadi tersendat.

Seperti pernah disampaikan Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Ustadz Zaitun Rasmin, jumlah massa Aksi Bela Islam III yang berlangsung di Lapangan Monas itu diperkirakan diikuti sekira tiga juta orang. Mereka datang dari wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, serta berbagai daerah lain di Tanah Air.

(tty)
breaking news x