Tak Tahu Pengalihan Arus, Sopir dan Penumpang Bajaj Terjebak 6 Jam

JAKARTA - Aksi damai 212 cukup mempengaruhi kegiatan masyarakat di Ibu Kota, terutama di Jakarta Pusat. Seperti yang terjadi pada Samsudin, seorang sopir bajaj dan Purwanto penumpangnya.

Kedua pria ini terjebak demonstrasi di lampu merah Tugu Tani sejak pukul 07.00 WIB pagi dan hingga lepas zuhur belum juga bisa lepas. Samsudin mengungkapkan tidak tahu akan adanya pengalihan arus yanh dilakukan polisi untuk mensiasati aksi damai 212.

"Tidak dengar. Langsung tutup saja jalannya," kata Samsudin kepada Okezone, Jumat (2/12/2016).

Sedianya, Samsudin akan mengantar Purwanto berdagang ke Cikini. Namun, sejak pagi keduanya hanya bisa duduk di dalam bajaj sambil menunggu aksi damai 212 berakhir.

Meski begitu, Samsudin dan purwanto tak melewatkan kewajiban mereka sebagai muslim dan ikut menunaikan salat Jumat bersama dengan massa aksi damai 212.

Purwanto mengatakan, masih tetap akan melanjutkan perjalanannya ke cikini meski hari sudah siang.

"Ya datang saja," pungkasnya sambil tersenyum. (sym)

(abp)
breaking news x