Tiga Napi di Lapas Kerobokan Positif Narkoba

Ilustrasi

Ilustrasi

DENPASAR - Sebanyak 27 orang narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan Lapas Kelas II A Denpasar, Kerobokan, Bali, dites urine. Mereka yang di tes urine adalah napi yang mengajukan pembebasan bersyarat (PB) dan CB (cuti bersyarat).

Dari 27 orang yang dilakukan tes urine, tiga orang di antaranya positif mengandung amphetamine dan metamfetamin.

“Ya, dari 27 orang yang dites urine, tiga di antaranya positif mengkonsumsi sabu dan ekstasi,” kata Kasubid Perawatan Napi Tahanan Kemenkumham, Made Astra, seperti dikutip dari Balipost.com, Jumat (2/12/2016).

Ia mengatakan, tujuan utama dilakukan tes urine kepada para napi agar para napi tidak lagi teridentifikasi menggunakan narkoba. Selain itu, para napi ini mempunyai hak untuk mengajukan PB maupun CB.

“Tetapi mereka ada konpensasi, ada kewajiban yakni mengikuti tata tertib, salah satunya bebas halinar,” tandas Made Astra.

Halinar yang dimaksud adalah bebas handphone, pungutan liar dan narkoba. Para napi yang ingin keluar mengajukan PB maupun CB, salah satu syaratnya adalah bebas narkoba. Dengan demikian, penggunaan narkoba untuk para napi bisa dicegah sedemikian rupa.

“Jika ada positif, kami ulang tes dua minggu lagi. Sebulan kami ada dua kali tes urine,” ujar dia.

(fds)
breaking news x