Rumah Terbakar Jelang Aksi 212, Bocah Pengidap Epilepsi Tewas Mengenaskan

Ilustrasi (Okezone)

Ilustrasi (Okezone)

MEDAN – Menjelang aksi damai 212, seunit rumah di Dusun I, Desa Marihat Dolok, Kecamatan Bintang Kayu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, terbakar. Akibatnya, seorang bocah bernama Jumini (11) tewas mengenaskan.

Jasad Jumini pertama kali ditemukan warga usai api padam. Kala itu warga berpikir bahwa rumah tersebut kosong karena ditinggal orangtua Jumini yang sedang berjualan di kantin sekolah, tak jauh dari rumahnya.

Namun, saat memeriksa ke dalam rumah, jenazah bocah berkebutuhan khusus itu ditemukan dengan kondisi tewas dan bersandar di dinding rumah yang terbakar.

Warga dan keluarga Jumini syok karena tak menyangka jenazah itu adalah anaknya yang mengidap epileps. Karena saat orangtuanya pergi bekerja, Jumini telah dititipkan di rumah pamannya, Samsul Bahri (60), yang berjarak sekira 300 meter dari rumah mereka.

“Kami benar-benar tak menyangka. Karena dia sebelumnya sudah dititipkan. Selama ini dia tidak pernah keluar dari rumah pamannya setiap dititipkan. Rumah memang tidak dikunci, jadi siapa saja bisa masuk. Dia memang suka main korek api, mungkin saat di dalam rumah dia main korek api hingga terbakar dan tak bisa keluar,” ujar ayah korban, Aburizal (34), Jumat (2/12/2016).

Kebakaran itu sendiri masih diselidiki Polsek Dolok Masihul, Resort Serdang Bedagai. Polisi sudah memasang garis polisi di lokasi rumah yang terbakar.

“Iya benar, saat ini kita lidik, dan rencananya kita akan menurunkan tim dari Labfor Polda Sumut. Lokasi masih kita tutup. Satu orang tewas dalam kebakaran itu,”ujar Kasubbag Humas Polres Sergai, AKP Jasmoro.

(sal)
breaking news x