Bandar Pil Koplo Beromzet Rp125 Juta/Bulan Dibekuk Polisi

Polisi menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pil koplo. (Sigit D/Okezone)

Polisi menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pil koplo. (Sigit D/Okezone)

BARITO UTARA - Helmiyadi (34), bandar pil koplo jenis Zenith Carnophen tak berkutik setelah ditangkap anggota Sat Narkoba Polres Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), pada Kamis malam. Saat ekspose perkara di halaman Mapolres Barut, Jumat (2/12/2016) pagi, tersangka mengaku per bulan mampu memasarkan 25 boks, sekira 25 ribu butir pil koplo seharga Rp5.000/butir.

Jika dihitung, hasil penjualan mencapai Rp125 juta per bulan. Ia mengaku memasarkannya sendirian ke sejumlah pengedar yang mayoritas kalangan pelajar.

"Bandar besar pil koplo ini kita tangkap di rumahnya, komplek perumahan Permata Hijau, Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah. Ini tangkapan terbesar pertama di kota Muara Teweh," ujar Kapolres Barut AKBP Roy Sihombing saat ekspose perkara di halaman mapolres, Jumat (2/12/2016).

Roy menambahkan, tersangka dijerat pasal 197 Jo 196  Undang-Undaang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. "Menurut pengakuan tersangka sebanyak 100 butir sudah berhasil dijual, dan uang Rp18 juta dari hasil penjualan sudah kita amankan," sambungnya.

Dikatakan Roy, selain mengedarkan di wilayah Muiara Yeweh, tersangka juga memasarkan pil koplo ke Kabupaten Murung Raya dan Gunung Mas.

Sementara tersangka Helmiyadi (34) saat ditanya mengaku sudah menggeluti bisnis haram ini sekitar tiga bulan terakhir. Bahkan omzet dari penjualan sudah mencapai Rp300 juta. "Sudah tiga bulan, saya dapat barangnya dari Banjarmasin kalsel, perbutir saya beli Rp3.000, jadi masih untung Rp2.000 per butir," ujarnya singkat. (sym)

(abp)
Berita Rekomendasi Pil Koplo
breaking news x