Tabrak Pemotor Hingga Tewas, "Valentino Rossi" Dituntut 1,5 Tahun Penjara

PALANGKA RAYA  - Seorang remaja berusia 18 tahun dituntut 1,5 tahun penjara dalam kasus kecelakaan lalu lintas di PN Palangka Raya, Jumat (2/12/2016) sore. Pelajar bernama Valentino Rossi itu telah menewaskan pengendara lain.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Kaswanto, JPU juga mengenakan pidana denda kepada terdakwa sebesar Rp2 juta. "Dengan ketentuan apabila Rossi tidak dapat membayar denda tersebut, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 4 bulan," ungkap hakim Kaswasto saat persidangan berlangsung.

Fakta sidang terungkap, kejadian kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia terjadi pada 26 Agustus 2016, sekitarpukul 11.00 WIB di Jalan Tjilik Riwut, Desa Rabambang.

Saat itu, sekira pukul 10.30 WIB, Rossi mengantar temannya pulang ke rumah di Desa Rabambang dengan mengendarai Sepeda Motor Yamaha Vixion bernopol KH 5500 TO. Setelah mengantar temannya, terdakwa dengan mengendarai sepeda motor tersebut kembali menuju ke sekolah.

"Kemudian pada waktu terdakwa melintas di Jalan Tjilik Riwut dengan kondisi jalan menikung dan berkhayal menjadi Valentino Rossi. Tanpa mengurangi kecepatan sepeda motor yang ditungganinya serta membunyikan klakson, mengakibatkan sepeda motor yang dikendarai terdakwa oleng dan tidak dapat dikendalikan," yang dibacakan JPU Kejari Gumas, Mardi di ruang si dang.

Sehingga dengan kecepatan sekitar 80 km/jam tersebut, kendaraan yang dikendarai Rossi melambung masuk ke jalur kanan atau jalur yang berlawanan. Namun nahas, pada saat bersamaan dalam jarak sekitar 1 meter dari arah berlawanan melintasi sepeda motor Yamaha Jupiter  bernopol KH 5425 HF yang dikendarai Trendi.

Akibat jarak sudah terlalu dekat, maka tabrakan antara keduanya tidak terelakkan. Tabrakan itu, mengakibatkan Rossi tidak sadarkan diri dan Trendi mengalami luka pada bagian kepala serta mengeluarkan darah.

Berdasarkan Surat Keterangan Pemeriksaan Pasien Kecelakaan Lalu Lintas Nomor : 276/PKM_RBG/RB/lX/2016, tanggal 5 September 2016, terhadap pasien bernama Trendi yang ditandatangani Yelly Ernita Siahaan dan diketahui Sasfiyadi  selaku Plt Kepala Puskesmas Rabambang.

"Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka pada bagian kepala dan mengeluarkan darah dari lubang hidung, telinga dan mulut, serta luka lainnya. Tak lama mendapat perawatan, pada sekira pukul 11.30 WIB, korban meninggal dunia sesuai Surat Keterangan Kematian Nomor : 277/PKM_RBG/RB/IX/2016. tertanggal 5 September 2016,” tandasnya. (sym)

(abp)
breaking news x