Penyelundupan 31 Kg Sabu dan 1.988 Pil Ekstasi Berhasil Digagalkan

Barang bukti yang diperlihatkan ke media. Foto Ade Putra/Okezone

Barang bukti yang diperlihatkan ke media. Foto Ade Putra/Okezone

PONTIANAK - Chong Chee Kok (CCK), warga asal Sarawak, Malaysia ditangkap tim gabungan pengamanan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat karena membawa narkoba jenis sabu seberat 31,6 kilogram dan 1.988 butir pil ekstasi, Rabu 30 November 2016 sekira pukul 11.30 WIB.

Sabu-sabu ini dikemas menggunakan alumunium foil menjadi 30 paketan. Sementara pil ekstasi dikemas menjadi satu paket. Kemudian dikemas dalam tiga kardus. Saat dibawa, barang-barang haram ini disimpan di bagasi mobil jenis Proton Satria warna biru bernopol WEM 6119.

Kepala Kanwil Ditjen Bea Cukai (BC) Kalimantan Bagian Barat Saifullah Nasution menjelaskan, pengungkapan kasus terbesar pada 2016 ini berkat kerja sama semua pihak seperti TNI, Polri, BC dan Imigrasi.

Memang, kata Saifullah, beberapa minggu lalu pihaknya mendapat kabar bahwa ada pergeseran modus penyelundupan narkoba akan melewati PLBN Nanga Badau. Karena, katanya lewat PLBN Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau dan perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengka yang sering terungkap.

"Kita bersama-sama TNI dan Polri, siaga di sana," katanya saat rilis kasus di Mapolda Kalbar, Jumat (2/12/2016) sore.

Diceritakannya, tengah hari itu mobil yang disopiri CCK melintasi perbatasan Badau, Kapuas Hulu yang berbatas langsung dengan Lubuk Antu, Sarawak, Malaysia tersebut. Seperti biasa, dua petugas BC memeriksa barang bawaan pelintas batas.

"Anggota mencurigai. Kemudian memeriksa semua bagian-bagian mobil yang disopiri CCK ini dibantu TNI dan Polri," jelasnya.

Di bagasi mobil, ditemukan tiga kardus. Begitu dibongkar, ternyata isinya paketan kristal yang diduga sabu. "Temuan ini langsung dibawa ke kantor Bea Cukai untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Kita lakukan tes, dan positif bahwa paketan ini memang sabu dan pil ekstasi," jelas Saifullah.

Selanjutnya, barang bukti dan tersangka langsung dibawa ke Polres Kapuas Hulu. Di sana, barang bukti sabu dan pil ekstasi ditimbang dan dihitung ulang. "Maka didapatlah jumlah sabunya seberat 31,6 kilogram dan 1.988 butir pil ekstasi. Tadinya sabu ditimbang biasa hanya berkisar 19,6 kilogram," papar Saifullah.

Selain mengamankan barang bukti narkoba, petugas juga mengamankan barang bukti pendukung di antaranya, uang tunai sebesar Rp2,1 juta, uang kertas 100 ringgit Malaysia sebanyak 29 lembar, uang kertas 50 ringgit sebanyak 15 lembar, uang kertas 20 ringgit sebanyak 22 lembar, uang kertas satu ringgit 38 lembar, uang kertas lima ringgit sebanyak empat lembar, satu iPhone 65s+ warna putih, satu iPhone 4s, satu nokia hitam, satu buah dompet, dua buah rokok mevius, dua bungkus rokok dunhil, satu kaleng permen, tiga bungkus biskuit, satu salompas, satu kotak dental, satu bush power bank, satu kabel data, satu inchaler asma, satu kain jimat, satu bungkus cotton bud, dan dua kail ikan.

"Kalau dari Bea Cukai, tersangka dikenakan Undang-undang Kepabeanan dengan ancaman satu sampai sepuluh tahun penjara. Tapi karena kasus ini sudah dilimpahkan ke Polda Kalbar, saya rasa Pak Kapolda tak pakai Undang-undang saya. Pasti jeratan hukumannya lebih berat," pungkas Syaifullah.

(fzy)
breaking news x