Gempa Tektonik 4,8 SR Guncang Sumbawa

JAKARTA – Gempa tektonik mengguncang wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (2/12/2016) sekira pukul 16.11 WIB. Berdasarkan hasil analisis pendahuluan yang dikeluarkan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 5 menit pertama menunjukkan gempabumi ini berkekuatan 5,1 skala richter (SR).

Namun, setelah dilakukan pemutakhiran berdasarkan analisis final, diperoleh parameter gempabumi dengan kekuatan 4,8 SR. Episenter terletak pada koordinat 9,63 LS dan 117,49 BT, tepatnya di Cekungan Lombok (Lombok Basin) di Samudra Hindia selatan Sumbawa, pada jarak 80 km arah selatan Kota Lunyuk dengan kedalaman 64 km.

“Peta tingkat guncangan menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan di Lunyuk, Garantah, Cereweh, Taliwang, Plampang, Lebah, Ampang, dan Sumbawa Besar, pada skala intensitas II SIG-BMKG atau III MMI,” jelas Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMK, Daryono, kepada Okezone.

Daryono menambahkan, di daerah ini guncangan dirasakan oleh banyak orang, bahkan menurut laporan, banyak warga di Lunyuk, Garantah, dan Lebah berhamburan lari keluar rumah akibat merasakan kuatnya guncangan. Dilaporkan juga, bahwa guncangan gempabumi juga dirasakan dirasakan lemah hingga Lombok, Bali, dan Bima.

“Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan sebagai akibat dampak gempabumi,” imbuhnya.

Ditinjau dari kedalamannya, lanjut Daryono, gempabumi ini termasuk kedalaman menengah akibat aktivitas penunjaman lempeng. Dalam hal ini lajur subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Sumbawa mengalami patahan di kedalaman 64 km dan memicu terjadinya gempabumi.

“Meskipun gempa ini berpusat di laut dengan mekanisme sumber berupa penyesaran naik (thrust fault), tetapi hasil pemodelan menunjukkan tidak berpotensi tsunami,” imbuhnya.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau warga masyarakat pesisir pantai selatan Sumbawa agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (sym)

(abp)
breaking news x