"Tangkap dan Adili Ahok" Juga Menggema di Kota Asal Jokowi

Demonstran di Solo yang menuntut Ahok ditahan (Foto: Bramantyo/Okezone)

Demonstran di Solo yang menuntut Ahok ditahan (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Aksi Bela Islam Jilid III menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera dipenjara menyusul kasus dugaan penistaan agama tak hanya terjadi di Jakarta. Di Kota Solo, Jawa Tengah, aksi serupa pun digelar.

Di kota yang pernah dipimpin Presiden Joko Widodo itu, puluhan ribu massa dari berbagai elemen muslim yang tergabung dalam Dewan Syariah Surakarta pun turun ke jalan menuntut agar Ahok di penjara. 

Pantauan Okezone, puluhan ribu massa ini orang mengatasnamakan Laskar Umat Islam Surakarta, Dewan Syariah Kota Surakarta, Laskar Hizbullah, santri Pesantren Al-Mukmin Ngruki, dan elemen lainnya bergerak melakukan long march dari stadion Sriwedari usai Salat Jumat.

Secara bergelombang, massa yang membawa panji-panji ormas mereka, serta berbagai poster kecaman terhadap Ahok, di antaranya "Tangkap dan Adili Ahok", mulai menguasai ruas jalan di bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah.

Banyaknya massa, menyebabkan arus lalu lintas di jalan utama Kota Solo ini terpaksa dialihkan. Sebab, seluruh badan jalan dipenuhi oleh massa peserta aksi. Namun, Berbeda dari aksi 411, dalam aksi 212 ini penjagaan yang dilakukan aparat kepolisian tidaklah begitu ketat.

Mereka meneriakan yel-yel menuntut Ahok dipenjara. Massa pun meminta agar pihak Kejaksaan tidak mengikuti jejak dari pihak kepolisian yang tidak menahan Ahok. "Kami meminta agar pihak Kejaksaan tidak mengikuti jejak pihak kepolisian yang tidak menahan Ahok. Memenjarakan Ahok bisa aksi-aksi ini," jelas koordinator aksi Yusuf Suparno, Jumat (2/12/2016).

Secara bergantian, mereka berorasi menuntut agar Ahok segera di penjara. Menurut mereka, di depan hukum semua sama. Tak terkecuali Ahok. Dalam orasinya, mereka juga mengajak umat Muslim untuk berdoa bersama serta tetap mendukung NKRI. Demo ini berakhir dengan tertib tepat memasuki waktu Salat Asar yaitu pukul 14.45 WIB.

Namun, kembalinya massa sempat membuat macet Jalan Slamet Riyadi karena massa berbelok ke arah Keraton Kasunanan yang merupakan jalur satu arah.

(ulu)
breaking news x