Cuaca Ekstrem Berlanjut, BPBD Banyuwangi Perpanjang Masa Darurat Bencana

Ilustrasi

Ilustrasi

BANYUWANGI - Cuaca buruk yang melanda Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) diprediksi akan terus berlanjut. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi akhirnya memperpanjang masa darurat bencana hingga dua bulan ke depan.

Alasannya, hujan disertai angin masih berpotensi melanda kabupaten di ujung Timur Jawa tersebut. Kabid Kedaruratan BPBD Banyuwangi, Eka Muharam menjelaskan, berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan masih berpotensi melanda Banyuwangi, bahkan, memasuki Desember, intensitasnya cenderung lebat. Belum lagi, ancaman musibah puting beliung.

“Dengan melihat kondisi cuaca, darurat bencana kami perpanjang dua bulan ke depan, hingga Januari,” kata Eka, seperti dikutip dari Balipost.com, Jumat (2/12/2016).

Ia menambahkan, sesuai aturan, masa darurat bencana hanya berlaku selama dua bulan. Setelah itu, dilakukan evaluasi perkembangan cuaca. Jika masih membahayakan, darurat bencana bisa diperpanjang hingga dua bulan lagi. Begitu seterusnya.

Menurut Eka, darurat bencana di Banyuwangi sudah diberlakukan mulai Oktober lalu dan seharusnya berakhir November. Namun, kenyataanya, cuaca belum juga bersahabat, sehingga darurat bencana diperpanjang lagi.

Selama darurat bencana, pihaknya mengajak seluruh komponen terkait siaga. Mulai siaga longsor, banjir hingga angin puting beliung. Apalagi, di beberapa wilayah Banyuwangi menjadi langganan musibah angin ribut dan banjir.

“Setelah Januari, akan kita lihat perkembangan cuaca. Jika membaik, darurat bencana akan dicabut,” tegasnya.

Terakhir, musibah angin puting beliung melanda dua desa, yaitu Desa Karangsari dan Temuasri, Kecamatan Sempu, Rabu 20 November 2016 sore. Dampaknya, 15 rumah warga rusak.

(fds)
breaking news x