Lakukan UN Jika Pendidikan Sudah Merata

Popong Otje Djundjunan (Foto: Antara)

Popong Otje Djundjunan (Foto: Antara)

JAKARTA - Ujian Nasional (UN) menjadi agenda tahunan yang selalu dilalui siswa di semua jenjang sekolah. Padahal jika menilik lebih dalam, masih banyak pendidikan yang belum merata khususnya di Indonesia bagian timur.

Anggota Komisi X DPR, Popong Otje Djundjunan menuturkan bahwa UN bukan tidak boleh dilakukan namun perhatikan juga pendidikan di Indonesia bagian timur.

"Jadi boleh diadakan UN, jika pendidikan di Papua juga sudah sama dengan yang ada di ibu kota," ungkapnya.

Popong memberi apresiasi kepada Mendikbud Muhadjir Effendy keputusannya untuk melakukan moratorium. "Saya acungkan dua jempol karena berarti Pak Menteri sudah mengerti tentang ruh pendidikan," imbuhnya.

Sejak awal, penilaian sendiri harus diberikan kepada guru. Jadi selama ini kita sudah melanggar undang-undang (UU), karena itu perlu dukungan tentang moratorium tersebut karena kembali pada UU.

"Jadi ini berarti kembali kepada UU. Dan harus didukung. Yang perlu dipikirkan adalah anggaran sebesar Rp500 miliar untuk UN ini perlu digunakan dengan sebaik-baiknya jika memang UN dimoratorium," tambahnya.

(sus)
breaking news x