Indonesia Optimistis Raih 3 Medali Emas IJSO 2016

Foto: Shutterstock

Foto: Shutterstock

JAKARTA - International Junior Science Olympiad (IJSO) 2016 akan digelar di Bali mulai 3 hingga 11 Desember 2016. Sebanyak 378 siswa dari 48 negara akan bertanding dalam perlombaan ini.

“Rencananya IJSO 2016 akan digelar di Kamboja. Namun, karena ada masalah di negara tersebut maka pelaksanaan IJSO dialihkan ke Indonesia,” kata Direktur Pembinaan SMP, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Supriano dalam keterangan pers yang diterima Okezone, Jumat (2/12/2016).

Ia menjelaskan, pihaknya menargetkan perolehan tiga medali emas dalam IJSO 2016. Target itu lebih tinggi dibanding perolehan medali pada IJSO 2015 di Korea Selatan, yaitu dua medali emas.

“Sebagai tuan rumah, kami optimis siswa Indonesia bisa meraih prestasi lebih baik dibanding tahun lalu di Korea Selatan yang hanya dua medali emas. Karena siswa kita tak perlu melakukan penyesuaian lingkungan lagi,” ujarnya.

Supriano mengakui, target tersebut masih terbilang sulit. Mengingat persaingan dalam kompetisi tahunan tersebut sangatlah ketat. “Negara yang menjadi lawan tersulit adalah China, Taiwan, Jerman, Korea dan negara-negara pecahan Uni Soviet,” tuturnya.

Materi yang dilombakan adalah biologi, kimia, fisika dan matematika. Tesnya meliputi pilihan ganda, teori, dan tes praktik (eksperimen).

“Sebelum tanding, siswa menjalani training selama 1 bulan. Mereka sebenarnya sudah punya dasar keilmuan yang mumpuni, karena pernah menjadi juara dalam kompetisi Olimpiade Sains Nasional (OSN),” kata Supriano.

Sebanyak 12 siswa Indonesia akan bertanding dalam IJSO di Bali, yaitu Albert Sutiono, Aditya David Wirawan, Wiston Cahya, Nixon Widjaja, Raymond Valentino, Arkananta Rasendriya, Tomotius Jason, Tanya Nuhaisi Wulandari, Epafroditus Kristiadi Susetyo, Gede Aryana Saputra, Hanif Ahmad Jauhari dan Joan Nadia.

(sus)
breaking news x