Tuntut Pembayaran Gaji, Karyawan RSUD Ternate Tolak Pasien

(Foto: Narjo Usman/Okezone)

(Foto: Narjo Usman/Okezone)

TERNATE – Ratusan karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Bosesoerie Ternate, Maluku Utara, menggelar unjuk rasa menuntut pembayaran gaji dan uang jasa yang tertunda selama lima bulan terakhir. Berdasarkan pantauan Okezone, mereka terdiri dari dokter, bidan, perawat, serta tenaga kontrak dan honorer.

Para tenaga kesehatan RSUD ini menuntut Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera membayar hak-hak mereka yang tertunda sebagaimana telah disepakati beberapa waktu lalu saat pertemuan dengan Sekda Provinsi Maluku Utara Muabdin Hi Rajak dan Direktur RSUD Ternate dr Syamsul Bahri.

"Kami hanya minta agar hak-hak kami segera dibayarkan, karena ini sudah lima bulan. Kewajiban kami tetap laksanakan, tapi hak kami tidak terbayar," kata salah satu peserta aksi, Sabtu (10/12/2016).

Kecewa dengan janji Pemprov, para karyawan pun menolak pasien baru yang hendak dirawat maupun menjalani pemeriksaan. Bahkan, jalan akses menuju ruang instalasi gawat darurat (IGD) juga telah dipalang dan dipasangi spanduk pengumuman penutupan pelayanan.

"Mulai pagi tadi kami belum terima pendaftaran pasien baru. Kami minta untuk sementara dibawa ke rumah sakit lain terdekat," ujar salah satu perawat.

Meski tidak menerima pasien baru, pelayanan terhadap pasien yang sedang menjalanin perawatan tetap berlangsung karena rasa kemanusiaan.

"Kalau pasien yang di dalam (dirawat) tetap dilayani. Tapi pasien baru maupun rujukan kami belum terima sampai ada kejalasan dari Pemprov," tegasnya.

Mereka menuntut pemabayaran seperti uang jasa umum terhitung mulai September–Desember, uang BPJS mulai Juli–Oktober, gaji tenaga kontrak mulai Agustus–Desember serta insentif para dokter.

(fas)
Live Streaming
Logo
breaking news x