Ribuan Orang Bantu Pencarian Pesawat Rusia yang Jatuh di Laut Hitam

Regu penyelamat dari Kementerian Tanggap Darurat Rusia. (Foto: Reuters)

Regu penyelamat dari Kementerian Tanggap Darurat Rusia. (Foto: Reuters)

SOCHI – Lebih dari 3.500 orang membantu pencarian korban dan puing pesawat Rusia Tu-154 yang jatuh di Laut Hitam. Diyakini seluruh penumpang yang berjumlah 84 orang dan kedelapan krunya telah meninggal dunia akibat insiden ini.

Sejauh ini, petugas telah menemukan 11 jasad dan 154 serpihannya. Diduga kuat, kebanyakan korban masih terjebak di dalam badan pesawat.

Pencarian besar-besaran pun terjadi sejak pesawat itu jatuh pada Minggu 25 Desember. Sedikitnya 45 kapal dan 135 penyelam, serta beberapa helikopter dikerahkan ke lokasi kejadian. Mereka menelusuri Laut Hitam dan menyisir hingga ke pantainya. Demikian dilansir dari ITV, Selasa (27/12/2016).

Regu penyelamat bekerja dengan sistem tiga shifts. Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan, apapun yang terjadi pencarian tidak boleh berhenti. Bahkan semenit pun.

Ia menambahkan, daerah pencarian kini telah diperluas dari sebelumnya 10,5 kilometer persegi dari tepi pantai terluar. Menurut laporan BBC, sekira 10 jasad dan 86 serpihannya sudah tiba di Moskow untuk identifikasi.

Beberapa pecahan pesawat juga telah ditemukan. Pejabat Tanggap Darurat Bencana Nasional mengungkap, badan pesawat tersebut dilaporkan berada sekira 27 meter di bawah permukaan laut dan 1,7 kilometer jauhnya dari tepi pantai.

Akan tetapi, setelah dilihat itu bukan badannya, melainkan empat potongan dari pesawat Tu-154 yang membawa rombongan tentara, musisi dan jurnalis Rusia tujuan Suriah. Salah satu puingnya berukuran empat meter. Kementerian pertahanan menambahkan, dua bagian lain dari sistem pengendalian pesawat juga telah ditemukan dan diangkut ke daratan.

Selain pencarian terhadap korban dan bangkai pesawat, otoritas juga terus mencari tahu penyebab pasti jatuhnya. Pesawat tersebut sempat hilang dari radar, dua menit setelah lepas landas dari Bandara Adler di Sochi pada pukul 09.25 WIB. Diketahui, rombongan tersebut sedang dalam perjalanan menuju Latakia sebelum akhirnya kandas di Laut Hitam.

Pesawat itu awalnya berangkat dari Moskow. Lalu mendarat di Sochi untuk mengisi bahan bakar. Beberapa pihak menduga burung besi itu dibajak teroris karena sempat hilang dari radar. Akan tetapi, penyelidik belakangan memastikan hal tersebut tidak terjadi. Petugas kini berfokus mencari kesalahan teknis pada pesawat. Sebab cuaca juga terbilang baik saat kecelakaan terjadi.

(Sil)
Live Streaming
Logo
breaking news x