Kemhan Rusia: Penyelidikan Pesawat Jatuh akan Memakan Waktu 30 Hari

Foto puing-puing pesawat Tu-154 yang ditemukan di Laut Hitam (Foto: Sputnik)

Foto puing-puing pesawat Tu-154 yang ditemukan di Laut Hitam (Foto: Sputnik)

SOCHI – Otoritas Rusia mengatakan, penyelidikan untuk mencari penyebab jatuhnya pesawat Tu-154 di Laut Hitam akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia menyebut, sedikitnya waktu yang dibutuhkan adalah 30 hari.

Namun berdasarkan dugaan awal, jatuhnya pesawat Rusia di Laut Hitam tersebut tidak berhubungan dengan ledakan yang terjadi di dalam pesawat atau serangan teroris. Menteri Transportasi Rusia, Maksim Sokolov, menegaskan insiden ini tampaknya disebabkan oleh gangguan teknis.

“Tampaknya peralatan di sana (di pesawat Tu-154) tidak bekerja dengan benar. Untuk mengetahui apa yang menyebabkan terjadinya ini adalah tugas dari para ahli. Sebuah komisi teknis telah dibentuk untuk melakukan penyelidikan ini. Hasil awal dari penyelidikannya mungkin akan tersedia pada Januari 2017,” ujar Sokolov, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Jumat (30/12/2016).

Reuters mewartakan, Kemhan Rusia mengklaim tidak ada tanda-tanda bekas ledakan atau titik api di puing-puing pesawat yang jatuh di Laut Hitam itu. Namun pejabat Kemhan Rusia menyatakan untuk mendapatkan hasil yang pasti dari insiden itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Kami berharap mendapatkan kesimpulan akhirnya dalam waktu tidak lebih cepat dari 30 hari,” ujar pejabat Kemhan Rusia, Sergei Bainetov. Bainetov juga meminta pihak media untuk menahan diri agar tidak menciptakan spekulasi atau melaporkan informasi yang masih belum valid.

(emj)
Live Streaming
Logo
breaking news x