Seorang Ibu Lulus Cumlaude untuk Hormati Anak yang Gugur di Medan Perang

Foto: USA Collage

Foto: USA Collage

ARLINGTON - Seorang ibu akan merasa sedih jika kehilangan putra yang disayanginya. Hal itu dirasakan oleh Phyllis McGeath. Pada 2012, dia harus menerima kenyataan bahwa sang anak, Philip McGeath gugur ketika bertugas dalam sebuah operasi militer.

Saat itu, usia Philip masih 25 tahun. McGeath pun merasa putus asa. Namun, akhirnya dia memutuskan untuk membuat anaknya bangga dengan cara melanjutkan kuliah.

McGeath menceritakan, sebelum anaknya masuk dalam marinir yang merupakan cita-citanya sejak kecil, Philip sempat kuliah di University of Nebraska di Lincoln dari 2005 sampai 2008. Dia berharap suatu hari bisa membuka gym sendiri sekaligus menjadi pelatihnya.

"Saya berusia 50 tahun dan sudah jadi nenek. Aku berpikir memang terlambat untuk memulai karier," ujarnya dikutip dari USA Today, Minggu (8/1/2017).

Phyllis sendiri harus keluar-masuk kampus berbeda karena risiko menjadi istri militer yang sering pindah tugas. Kemudian, ketika menyelesaikan sisa kredit di University of Texas di Arlington, semuanya berubah. Keinginannya yang sebelumnya hanya untuk menghormati dan bentuk cinta kepada sang anak bertambah menjadi ingin mengejar passion, yakni membantu orang lain mengatasi trauma dan kesedihan.

"Aku seperti menemukan sebuah jalan. Aku tahu persis bagaimana perasaan mereka. Jika kamu belum pernah merasakannya, pasti passion ini tidak akan muncul," sebutnya.

Akhirnya, Phyllis melanjutkan studinya sambil menjadi mentor bagi istri-istri prajurit. Bahkan, dia melakukan perjalanan ke luar negeri untuk menemui wanita-wanita lainnya yang memiliki kesulitan.

"Ini memang berat, tetapi merupakan penyembuhan bagi saya. Jika saya mampu meringankan masalah orang lain, maka dengan cara itulah saya menghormati hidup anak saya," terangnya.

Phyllis merasa lanjut kuliah merupakan sebuah anugerah. Dia pun berhasil lulus cumlaude pada 16 Desember lalu dan berhasil menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk melajutkan kuliah. Musim gugur mendatang, dia bahkan akan melanjutkan studi master di kampus yang sama.

"Saya tidak pernah berpikir saya cukup pintar, tapi saya telah membuktikan kepada semua orang. Aku juga tahu dia tidak akan kembali, dan tidak akan ada yang berubah. Namun, setidaknya akulah yang berubah dari apa yang sudah kulakukan selama empat tahun ini," tukasnya.

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x