facebook pixel

Alasan Minyak Rem Mobil Harus Diganti 2 Tahun Sekali

Ilustrasi minyak rem (Workhorseservice)

Ilustrasi minyak rem (Workhorseservice)

JAKARTA - Minyak rem adalah fluida paling penting yang terdapat pada kendaraan. Efisiensi dan keandalan rem mobil khususnya sangat tergantung pada kualitasnya, karenanya banyak produsen minyak rem merekomendasikan penggantian pakai selama dua tahun.

Rentang waktu penggunaan minyak rem selama dua tahun sendiri, indikatornya bukan pada volume minyak rem pada tangki tampungnya. Namun lebih pada kinerja yang dimiliki minyak rem tersebut. Karenanya penggunaannya maksimal harus 30-40 ribu kilometer.

Minyak rem sendiri bekerja dalam kondisi yang sangat keras, pada siklus perkotaan saja penggunaan minyak rem akan bekerja dengan suhu pemanasan mencapai 150 derajat celcius. Belum lagi jika kecepatan kendaraan tinggi, suhu pemanasan minyak rem akan mencapai 180 derajat celcius.

Namun perlu diperhatikan, minyak rem memiliki sifat higroskopis yakni dapat menyerap kelembapan. Hal ini menyebabkan minyak rem yang telah memiliki usia pakai satu tahun, terdapat kandungan air sebanyak 3 persen. Kondisinya suhu didih atau panas minyak rem saat bekerja akan menurun 30-50 derajat celcius. Demikian seperti dikutip dari Carsintrend, Senin (9/1/2017).

Pada jenis minyak rem modern, biasanya memiliki rendah didih atau suhu panas 200-260 derajat celcius. Dengan penurunan kualitas didihnya dalam usia pakai setahun minyak rem sudah mengalami penyusutan titik didih.

Karenanya penggantian minyak rem idealnya harus dilakukan paling lama dua tahun atau dengan penggunaan jarak sejauh 40 ribu kilometer.

(ton)
​