Image

Saran Obama kepada Trump: Gedung Putih Bukan Kerajaan Bisnis

Donald Trump menemui Barack Obama di Gedung Putih beberapa hari usai Pilpres AS 2016 (Foto: Kevin Lamarque/Reuters)

Donald Trump menemui Barack Obama di Gedung Putih beberapa hari usai Pilpres AS 2016 (Foto: Kevin Lamarque/Reuters)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyarankan penerusnya, Donald Trump, agar tidak memberlakukan Gedung Putih layaknya sebuah kerajaan bisnis. Pria keturunan Kenya itu mengaku melakukan komunikasi reguler dengan sang penerus yang akan disumpah pada 20 Januari 2017.

Obama mengingatkan agar Donald Trump paham perbedaan antara kampanye dan memerintah suatu negara.

“Apa yang harus dia hargai adalah, setelah Anda berjalan ke kantor ini usai pelantikan, Anda sekarang bertanggung jawab atas sebuah organisasi terbesar di muka bumi. Anda tidak bisa mengelolanya dengan cara yang Anda lakukan dalam mengelola bisnis keluarga,” tutur Obama dalam wawancara dengan ABC.Net, Senin (9/1/2017).

Presiden ke-44 AS itu menekankan adanya perbedaan yang kontras antara dirinya dengan Trump dalam hal pendekatan kebijakan. Menurut Obama, dirinya adalah seorang pekerja dan pembelajar yang keras sebelum mengambil kebijakan. Ia menduga Trump selama ini belum menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari detail mengenai kebijakan.

Obama mengingatkan Trump bahwa permainan kata-kata dapat memberikan perspektif baru di masa-masa awal jabatan. Akan tetapi, permainan kata-kata itu juga dapat melemahkan pemerintahannya.

“Ada sejumlah ibu kota, pasar finansial, dan orang-orang di seluruh dunia yang secara serius memerhatikan apa yang Donald Trump katakan,” pungkas Obama.

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x