Pengeroyokan Siswa STIP Diduga Sudah "Tradisi" saat Pergantian Pemain Drum Band

Kepala BPSDM Perhubungan. (Foto: Taufik Fajar/Okezone)

Kepala BPSDM Perhubungan. (Foto: Taufik Fajar/Okezone)

JAKARTA – Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo mengatakan pengeroyokan senior ke junior sudah menjadi “tradisi” saat pergantian pemain drum band di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Cilincing, Jakarta Utara. Kebiasaan ini pun berujung tragedi dengan tewasnya seorang siswa di sana bernama Amirulloh Adityas (18).

"Menurut teman-teman almarhum, ada hubungan peralihan pemain drum band dari kakak kepada adiknya. Ini kita perlu teliti lebih lanjut," ujar Utomo di Ruang Maritim STIP, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017).



Pihaknya tidak menampik bahwa kegiatan tersebut masih bagian ospek kampus. "Jadi ini bukan ospek, ini taruna (senior) lama. Masuk sekitar September jadi sudah empat sampai lima bulan. Info sementara, dari rekan almarhum itu memang tidak diketahui keluar dari kamar. Sendirian bisa dibilang," tutur Utomo.

Pihaknya sedang menyelidiki lolosnya korban dari pengawasan petugas jaga malam STIP. "Saya juga ingin tahu peristiwa sebenarnya. Pengawasan sudah ketat dari internal, dibantu TNI Polri 12 orang setiap malam. Ini kok bisa lolos," pungkasnya.

(qlh)
Live Streaming
Logo
breaking news x