facebook pixel

TOP AUTOS: Victory Motorcycle Tutup, 39 Motor Korlantas Polri Aman

Logo Motor Victory (Foto: Cycleworld)

Logo Motor Victory (Foto: Cycleworld)

JAKARTA – Penutupan Victory Motorcycle yang dilakukan Polaris Industrie berimbas ke Indonesia. Arya Motor Indonesia (AMI), selaku agen pemegang merek motor Victory di Tanah Air, menyatakan tidak bisa berbuat banyak selain menerima keputusan dari pihak prinsipal.

Pembeli motor Victory tidak hanya dari kalangan individu tapi ada juga dari Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri). Walapun sudah tutup, APM tetap menjamin ketersedian cuku cadang untuk semua model motor yang beredar di Indonesia.

Denny Mulyono, president direktur AMI, mengatakan tidak ada motor milik Victory yang digunakan Korlantas Polri yang mangkrak. Sebab, ketersediaan suku cadang sudah dijamin hingga 10 tahun ke depan. Begitu pula dengan fasilitas servisnya masih jadi tanggung jawab AMI.

"Memang polisi juga tanya kabar penutupan tersebut, tapi tidak panik karena kita jamin semuanya baik suku cadang dan layanan servis yang masih tetap ada," ungkap Denny.

Korlantas Polri menggunakan 39 Victory Commander yang digunakan sebagai kendaraan polisi untuk mengawal presiden dan wakilnya, serta para pejabat tinggi negara lainnya.

Penutupan Victory Motorcycle dinilai sebagai salah satu langkah terbaik untuk lebih fokus memasarkan produknya di pasar automotif global.

Penutupan itu, menurut Denny, bertujuan menjadikan satu merek yakni Indian Motorcycle lebih kuat di pasar sepeda motor dunia. "Di balik penutupan Victory Motorcycle, Polaris Industrie ingin membesarkan satu merek sepeda motor yang memang sudah cukup dikenal," katanya.

Sayangnya, Polaris Industrie tidak menyebutkan detail alasan memilih Indian Motorcycle yang memang sudah ternama di kalangan pencinta moge dibanding Victory Motorcycle yang kini sudah resmi tutup usia dari produksinya.

Langkah baru yang akan diputuskan Polaris sebagai induk perusahaan Victory Motorcycle yang akan berkonsentrasi memasarkan Indian Motorcycle membuat AMI berpikiran memberi peluang bagi para pemilik Victory Motorcycle yang ingin melakukan program trade in dengan produk Indian.

"Kami tengah merancang skema program trade in untuk konsumen Victory Motorcycle yang ingin melakukan tukar tambah pada model Indian Motorcyce," jelas Denny.

Meski telah merancang program trade in, menurut Denny, saat bertemu dengan para pemilik Victory ada beberapa yang ingin melakukannya, namun banyak juga yang akan tetap menggunakan moge Victory Motorcycle karena dianggap sebagai kendaraan yang akan menjadi tunggangan edisi terbatas. (san)

(ton)